Poin Penting
- 57% ekonom yang disurvei kini memperkirakan Bank of Japan (BOJ) menaikkan suku bunga pada September, melonjak tajam dari hanya 5% pada survei sebelumnya.
- Mayoritas tipis responden memperkirakan suku bunga mencapai setidaknya 1,50% pada kuartal I 2027, level tertinggi sejak era 1990-an.
- 89% ekonom menilai sikap fiskal PM Sanae Takaichi justru mendukung percepatan pengetatan BOJ.
- Pergeseran ini penting bagi kripto karena BOJ yang hawkish mengancam carry trade yen yang selama ini mendanai posisi di aset berisiko.
Survei ekonom terbaru menunjukkan pergeseran drastis dalam ekspektasi kebijakan moneter Jepang: 57% responden kini memperkirakan Bank of Japan menaikkan suku bunga pada September, melonjak dari hanya 5% pada jajak pendapat sebelumnya, menurut Coin Bureau. Mayoritas tipis dari responden yang sama juga memperkirakan suku bunga akan naik ke setidaknya 1,50% pada kuartal pertama 2027 — level tertinggi di Jepang sejak dekade 1990-an. Terpisah, 89% ekonom menyebut sikap fiskal Perdana Menteri Sanae Takaichi kini justru mendukung pengetatan BOJ yang lebih cepat, bukan menjadi penghalang seperti yang banyak diperkirakan sebelumnya.
Ini merupakan pembalikan arah dari awal tahun, ketika survei Bloomberg menemukan separuh ekonom memperkirakan BOJ baru akan bergerak lagi pada Desember. Laporan dari MUFG Research kini memproyeksikan BOJ menaikkan suku bunga acuannya ke 1,25% secepatnya September, dengan Gubernur Kazuo Ueda dilaporkan mendapat dukungan untuk menaikkan bunga dari berbagai arah — termasuk, yang cukup mengejutkan, dari pemerintahan Takaichi yang sebelumnya diperkirakan menahan pengetatan kebijakan mengingat agendanya yang berfokus pada pertumbuhan.
Kenapa Konsensus Berubah Begitu Cepat
Lonjakan dari 5% ke 57% dalam satu siklus survei terbilang luar biasa besar untuk perkiraan bank sentral negara G7. Ini mencerminkan dua kekuatan yang bertemu: tekanan inflasi yang persisten di Jepang dan sudah melampaui kerangka “sementara” yang sebelumnya dipakai pejabat BOJ, serta iklim politik yang berhenti melawan kecenderungan pengetatan bank sentral. Dukungan pemerintahan Takaichi terhadap kenaikan suku bunga menghilangkan salah satu sumber ketidakpastian terbesar seputar waktu kebijakan BOJ, mengingat secara historis perdana menteri Jepang yang berseberangan secara terbuka dengan bank sentral cukup untuk menunda langkah kebijakan selama satu kuartal penuh atau lebih.
Baca juga: Bank Sentral China Guyur 500 Miliar Yuan ke Perbankan demi Dukung Obligasi
Sudut Pandang Kripto: Risiko Carry Trade
BOJ yang bergerak lebih cepat dari perkiraan punya dampak langsung ke pasar kripto lewat carry trade yen, di mana investor meminjam dengan biaya murah dalam yen untuk mendanai pembelian aset berimbal hasil lebih tinggi di luar negeri, termasuk saham dan, belakangan ini, aset digital. Pembongkaran cepat carry trade semacam ini secara historis selalu dibarengi aksi jual tajam dan berkorelasi di berbagai aset berisiko — pola yang pernah terlihat pada kejutan pengetatan BOJ sebelumnya. Dengan suku bunga berpotensi mencapai 1,50% pada kuartal I 2027, bukan lagi bertahan mendekati nol, biaya pendanaan untuk leverage berbasis yen naik signifikan, dan tekanan itu biasanya muncul lebih dulu di segmen pasar kripto yang paling likuid dan paling banyak memakai leverage. Dinamikanya mirip dengan bagaimana langkah pelonggaran PBOC merambat ke kondisi likuiditas global, hanya saja arahnya berlawanan.
Yang Perlu Dipantau Selanjutnya
Titik pantau konkret berikutnya adalah rapat kebijakan BOJ pada September, dengan sejumlah analis kini menyebut 18 September secara spesifik sebagai tanggal kenaikan bunga yang paling mungkin. Antara sekarang dan saat itu, volatilitas yen serta pernyataan lanjutan dari kabinet Takaichi akan menjadi sinyal paling jelas apakah pergeseran survei ini benar-benar bertahan. Jika kenaikan bunga terkonfirmasi, BOJ juga akan menjadi bank sentral utama pertama yang bergerak tegas menuju kebijakan lebih ketat di saat The Fed masih menimbang arahnya sendiri — sebuah divergensi yang sudah diamati ketat oleh trader kripto menjelang paruh kedua tahun ini.
