Sorotan Utama

  • Menteri Keuangan AS Scott Bessent secara terbuka membela keputusannya melipatgandakan lot buyback obligasi jangka panjang menjadi $4 miliar.
  • Stanley Druckenmiller, mantan mentor awal Bessent, menyebut langkah itu sebagai kesalahan yang didorong oleh "manajemen harga" dalam esai di Wall Street Journal.
  • Bessent mengatakan pengumuman itu sendiri — sebelum ada pembelian nyata — mungkin sudah membantu Treasury tampil lebih baik.
  • Perseteruan ini terjadi di tengah utang AS yang baru saja melampaui $40 triliun dan defisit 2026 yang diperkirakan menembus $2 triliun.

Menteri Keuangan AS Scott Bessent membalas secara terbuka pada 31 Agustus 2026 kritik dari Stanley Druckenmiller, yang dulu pernah menjadi mentor awalnya, atas keputusan mengejutkan Bessent melipatgandakan lot buyback obligasi Treasury jangka panjang menjadi $4 miliar. Coin Bureau melaporkan bahwa Bessent berargumen pengumuman itu sendiri, terlepas dari ada tidaknya pembelian nyata, mungkin sudah membantu Treasury AS tampil lebih baik. "Saya belum membeli apa pun," kata Bessent, sambil menambahkan soal mantan mentornya itu: "Stan investor hebat. Dia sering berubah pikiran."

Bessent Defends Bond Buybacks After Druckenmiller's Rebuke
Image via @coinbureau on X

Kritik Druckenmiller

Ekspansi buyback ini, yang diumumkan 19 Agustus, muncul setelah imbal hasil Treasury 30 tahun menanjak ke level tertinggi dalam sekitar dua dekade. Druckenmiller merespons lewat esai opini di Wall Street Journal yang terbit 24 Agustus berjudul "Let the Bond Market Speak", mendesak Bessent untuk sepenuhnya membatalkan skema tersebut.

"Jika obligasi 30 tahun harus diperdagangkan di 5,5% agar pasar bisa clear, itu bukan krisis. Itu tagihan."

Druckenmiller berargumen bahwa satu-satunya cara yang berkelanjutan untuk menekan imbal hasil jangka panjang adalah dengan langsung menangani defisit primer pemerintah federal, menulis bahwa "pemerintah yang mempertahankan harga melawan fundamental selalu kalah."

Baca juga: Korea-AS Perkuat Kerja Sama Energi Saat Data Center AI Bebani Jaringan Listrik

Mengapa Perseteruan Ini Penting bagi Pasar

Perselisihan ini muncul tepat ketika utang pemerintah AS baru saja melewati $40 triliun, dengan defisit anggaran 2026 diperkirakan menembus $2 triliun. Kerangka pikir Druckenmiller memperlakukan program buyback sebagai upaya menekan imbal hasil secara artifisial, bukan mengelola likuiditas pasar — perbedaan yang penting karena upaya penekanan harga yang gagal justru bisa memicu lonjakan imbal hasil yang lebih tajam dan tidak teratur dibanding jika pasar dibiarkan melakukan repricing secara bertahap. Bagi aset berisiko secara luas, termasuk kripto, taruhannya adalah discount rate itu sendiri: imbal hasil Treasury jangka panjang yang tinggi menaikkan standar bagi setiap kelas aset lain yang bersaing memperebutkan modal, dan apakah intervensi Bessent benar-benar menahan imbal hasil atau justru sekadar menunda repricing yang lebih besar masih menjadi pertanyaan yang belum terjawab pasar.

Yang Perlu Diperhatikan Selanjutnya

Ujian konkret berikutnya datang saat eksekusi buyback Treasury yang sesungguhnya — sejauh ini Bessent mengatakan belum ada pembelian yang terjadi meski sudah diumumkan. Apakah imbal hasil 30 tahun tetap terkendali begitu pembelian nyata dimulai, bukan sekadar efek pengumuman, akan menunjukkan apakah pendekatan Bessent berhasil atau justru membenarkan peringatan Druckenmiller. Laporan non-farm payrolls yang banyak dipantau pekan ini menambah variabel lain, karena data pekerjaan yang lebih kuat akan menambah tekanan naik pada imbal hasil terlepas dari sikap buyback Treasury.

FAQ

Apa yang diumumkan Bessent hingga memicu kritik ini?
Keputusan melipatgandakan lot buyback obligasi Treasury jangka panjang menjadi $4 miliar, diumumkan 19 Agustus 2026, setelah imbal hasil 30 tahun menyentuh level tertinggi dalam sekitar dua dekade.

Apa inti keberatan Druckenmiller?
Ia berargumen buyback ini sama saja dengan manajemen harga, bukan dukungan likuiditas yang genuine, dan hanya dengan menekan defisit federal imbal hasil jangka panjang bisa turun secara berkelanjutan.

Apakah Bessent sudah benar-benar membeli obligasi?
Sampai pernyataannya pada 31 Agustus, belum — Bessent mengatakan dirinya "belum membeli apa pun," sambil berargumen pengumumannya saja sudah membantu Treasury tampil lebih baik.

Mengapa ini penting di luar pasar obligasi?
Imbal hasil jangka panjang yang tinggi menaikkan discount rate yang diterapkan pada semua aset lain, termasuk kripto dan saham, sehingga bagaimana kebuntuan ini berakhir memengaruhi biaya modal secara lebih luas.