Poin Utama

  • Total pasokan beredar USDT dan USDC gabungan naik sekitar $1,7 miliar pada Agustus 2026, menurut data yang dihimpun Wu Blockchain.
  • Kenaikan ini mengakhiri tiga bulan beruntun kontraksi pasokan pada dua stablecoin terbesar tersebut.
  • Kapitalisasi pasar stablecoin secara keseluruhan tercatat $308 miliar per 13 Agustus, naik 14,3% dari tahun sebelumnya namun masih 4,5% di bawah puncaknya pada Mei 2026.
  • USDT menguasai sekitar 59% pasokan stablecoin dan USDC sekitar 23%, gabungan keduanya mencakup sekitar 82% pasar.
  • Kedua token ini sama-sama mengalami kontraksi sepanjang Juni dan Juli, mematahkan anggapan bahwa salah satu sekadar merebut pangsa pasar dari yang lain.

Pasar stablecoin mulai menunjukkan tanda-tanda pertumbuhan kembali setelah musim panas yang berat. Data yang dihimpun Wu Blockchain menunjukkan pasokan beredar gabungan USDT dan USDC naik sekitar $1,7 miliar pada Agustus 2026, mengakhiri tiga bulan beruntun kontraksi pada dua stablecoin dominan tersebut.

Pemulihan ini terjadi setelah periode di mana kedua token justru menyusut bersamaan, bukan salah satu mengambil alih pangsa pasar yang lain. Hal ini penting karena mematahkan penjelasan paling sederhana untuk fluktuasi pasokan stablecoin—yaitu perpindahan modal dari satu penerbit ke penerbit lain—dan justru mengarah pada tekanan permintaan yang lebih luas di seluruh pasar stablecoin berbasis dolar sepanjang awal musim panas.

Stablecoin Supply Snaps Three-Month Slide With $1.7B August Jump
Image via @WuBlockchain on X

Kontraksi yang Lebih Luas di Balik Pemulihan Ini

Data pasar independen turut mendukung skala pelambatan musim panas yang kini mulai dibalikkan oleh angka-angka Wu Blockchain. Kapitalisasi pasar stablecoin secara keseluruhan tercatat $308 miliar per 13 Agustus 2026, naik 14,3% dari tahun sebelumnya, namun masih sekitar 4,5% di bawah puncaknya pada Mei 2026, menurut data yang dikutip dari analisis industri terkait tren pasokan stablecoin. Arus bersih bulanan stablecoin menyusut sepanjang Juni dan Juli sebelum akhirnya stabil pada Agustus, pola yang sejalan dengan catatan Wu Blockchain bahwa pasokan gabungan kedua token akhirnya kembali naik bulan ini.

Baca juga: ETF Bitcoin dan Ether Cetak Arus Masuk 8 Hari Beruntun Ditopang Tren AI

Mengapa Pasokan Stablecoin Jadi Sinyal Pasar

Penerbitan dan penebusan stablecoin berfungsi sebagai proksi kasar untuk arus likuiditas dolar yang masuk atau keluar dari ekosistem trading kripto secara keseluruhan, karena token baru biasanya dicetak ketika institusi dan bursa membutuhkan lebih banyak likuiditas dolar on-chain untuk digunakan, dan ditebus ketika modal tersebut kembali ke sistem keuangan tradisional. Kontraksi selama tiga bulan yang kemudian berbalik naik mengindikasikan bahwa meja trading dan market maker sempat menarik modal keluar dari kripto sepanjang awal musim panas, sebelum mulai menyalurkannya kembali pada Agustus—pergeseran yang biasanya mendahului, atau setidaknya menyertai, kembalinya selera risiko di pasar spot maupun derivatif.

USDT dan USDC Masih Mendominasi Pasar

Pemulihan ini terjadi dalam pasar yang masih sangat terkonsentrasi pada dua penerbit terbesar. USDT milik Tether menguasai sekitar 59% dari total pasokan stablecoin, sementara USDC milik Circle memegang sekitar 23%, yang berarti keduanya bersama-sama mengendalikan hampir 82% dari seluruh token berpatok dolar yang beredar. Konsentrasi ini membuat fluktuasi pasokan pada salah satu penerbit memiliki bobot yang tidak proporsional terhadap total pasar secara keseluruhan—dan inilah pula alasan mengapa keputusan Wu Blockchain untuk melacak keduanya secara gabungan, bukan terpisah, memberikan gambaran yang lebih jernih tentang permintaan stablecoin agregat dibanding mengamati salah satu token saja.

Yang Perlu Dipantau Selanjutnya

Pertanyaan kuncinya adalah apakah kenaikan $1,7 miliar pada Agustus ini menandai titik balik yang sesungguhnya, atau sekadar pantulan sementara dalam tren yang secara umum masih datar, mengingat pasar stablecoin secara keseluruhan tetap jauh di bawah puncaknya pada Mei meski sudah ada kenaikan bulan ini. Data pasokan September, ditambah kemungkinan peningkatan volume trading di bursa, akan menunjukkan apakah pembalikan ini punya daya tahan atau justru memudar secepat kemunculannya.