Poin Utama

  • Bitcoin naik sekitar 23% dalam sepekan terakhir, performa mingguan terkuatnya sejak rally pasca-pemilu November 2024.
  • Short bitcoin senilai $1,37 miliar dilikuidasi dalam satu hari pada 19 Agustus, sebuah rekor yang mengalahkan rekor sebelumnya $757 juta pada Juli 2021.
  • Volume trading spot dan perpetual melonjak 188% sementara volume futures bitcoin CME naik 152%, mendorong basis futures tahunan ke 11,1%, tertinggi sejak Januari 2025.
  • Analis K33 dan Bitwise menyoroti dorongan buyback obligasi Menteri Keuangan Scott Bessent sebagai katalis makro yang menumpuk di atas pembersihan leverage.
  • Korelasi bitcoin dengan emas naik ke level tertinggi sejak Oktober 2020.

Bitcoin melesat sekitar 23% dalam tujuh hari terakhir, mencatatkan performa mingguan terbaiknya sejak rally yang mengikuti pemilu AS November 2024, dan pergerakan ini didorong oleh lebih dari sekadar pembelian spot. PANews melaporkan bahwa rally ini berbarengan dengan short squeeze satu hari terbesar dalam sejarah aset ini, dengan $1,37 miliar posisi short berleverage dipaksa tertutup pada 19 Agustus saja — jauh melampaui rekor sebelumnya sebesar $757 juta yang tercipta pada musim panas 2021.

Squeeze ini tidak terjadi di ruang hampa. Volume trading spot dan perpetual di seluruh pasar kripto naik 188% seiring cascade likuidasi yang saling memberi makan, dan aktivitas di bursa teregulasi bergerak seirama: volume futures bitcoin CME melonjak 152%, dan basis futures tahunan — premi yang dibayar trader untuk memegang posisi long futures dibanding spot — melompat ke 11,1%, level termahal sejak Januari 2025.

text
Photo by Kanchanara on Unsplash

Reset Leverage, Bukan Sekadar Pantulan

Kepala Riset K33 Vetle Lunde, dalam catatan riset firma tersebut soal pergerakan ini, menggambarkan kombinasi deleveraging paksa, pergeseran posisi opsi, dan sinyal teknikal ini menyerupai breakout-breakout sebelumnya yang menandai akhir fase bearish yang berkepanjangan, bukan sekadar relief rally sesaat. Framing ini penting karena bitcoin sudah menghabiskan berbulan-bulan bergerak sideways ke bawah sebelum pekan ini, membuat pasar jadi tidak biasa penuh dengan posisi short yang akhirnya tidak punya jalan lain selain terurai secara kasar begitu harga berbalik arah.

Langkah Obligasi Bessent Menambah Katalis Makro

Chief Investment Officer Bitwise Matt Hougan menunjuk pendorong kedua yang kurang terlihat: dorongan Menteri Keuangan AS Scott Bessent untuk memperluas buyback obligasi pemerintah jangka panjang, yang dikabarkan termasuk pembahasan memanfaatkan Treasury General Account senilai hampir $1 triliun untuk mendanai pembelian kembali yang lebih besar. Analis membaca langkah ini sebagai sinyal bahwa Washington bersedia turun tangan langsung di pasar obligasi untuk mengelola biaya pembiayaan — jenis sinyal ramah likuiditas yang secara historis mendukung permintaan terhadap aset langka dan berbatas pasokan seperti bitcoin. Hougan mencatat bahwa korelasi bitcoin dengan emas, yang baru saja mencatat inflow ETF mingguan terbesar dalam sepuluh bulan, telah naik ke level tertinggi sejak Oktober 2020, mengindikasikan kedua aset ini kini sama-sama diberi harga, setidaknya sebagian, sebagai lindung nilai terhadap narasi pelemahan nilai mata uang yang sama.

Baca juga: Bernstein Pertegas Target Bitcoin $150K di 2027, $300K pada 2029

Arti Sebuah Reset

Apakah ini akan menjadi reset tren yang bertahan lama, bukan sekadar lonjakan satu pekan, kini bergantung pada apakah permintaan spot bisa bertahan begitu arus likuidasi paksa mengering. Reset yang benar-benar terjadi kemungkinan akan lebih dulu terlihat dalam inflow ETF yang berkelanjutan dan basis futures yang tetap tinggi alih-alih runtuh kembali ke nol, keduanya bisa dipantau dalam beberapa hari ke depan. Framing K33 — bahwa gambaran teknikal dan arus dana saat ini lebih menyerupai transisi bear-ke-bull sebelumnya ketimbang dead-cat bounce — memberi trader tesis konkret untuk diuji terhadap data yang masuk, bukan sekadar seruan samar untuk membeli saat turun.

Yang Perlu Dipantau Selanjutnya

Ujian nyata berikutnya datang dengan data inflasi PCE AS, yang akan membentuk apakah Federal Reserve condong menahan atau memangkas suku bunga di pertemuan berikutnya — keputusan yang akan memperkuat atau justru melemahkan narasi likuiditas yang saat ini menopang bitcoin. Level basis futures dan data arus ETF sepanjang pekan mendatang seharusnya menunjukkan apakah permintaan institusional mengikuti arah unwind leverage ini, atau squeeze ini sekadar membersihkan trade yang terlalu padat.