Sorotan

  • Enam wallet Bitcoin yang terakhir aktif antara 2011 dan 2014 memindahkan total 553,59 BTC, senilai sekitar $40 juta, antara 16-26 Agustus.
  • Salah satu dari enam wallet tersebut tidak pernah melakukan satu pun transaksi selama lebih dari 15 tahun sebelum pergerakan ini, menurut Galaxy Research.
  • Kepala riset Galaxy Digital, Alex Thorn, mencatat bahwa aktivitas koin dorman justru melambat pada kuartal kedua, menyentuh level terendah sejak kuartal ketiga 2022.
  • Wallet-wallet ini tak tersentuh selama beberapa siklus bull dan bear penuh, artinya penjualan apa pun akan mengunci keuntungan belum terealisasi dalam jumlah besar.

Enam wallet Bitcoin yang tak tersentuh sejak sejauh 2011 kembali aktif antara 16-26 Agustus, memindahkan total 553,59 BTC — senilai sekitar $40 juta pada harga saat ini — menurut data pelacakan dari Galaxy Research yang dilaporkan PANews. Wallet-wallet tersebut, terakhir aktif pada berbagai titik antara 2011 dan 2014, menyimpan sebagian bitcoin yang ditambang paling awal. Salah satunya bahkan tidak pernah tercatat melakukan satu transaksi pun selama lebih dari 15 tahun, kejadian langka yang selalu ditandai analis on-chain setiap kali muncul.

Rows of metal bars illuminated with blue light
Photo by Zoshua Colah on Unsplash

Reaktivasi Wallet yang Tergolong Langka

Wallet dari tahun-tahun awal bitcoin membawa cerita cost-basis yang luar biasa: koin yang diperoleh pada 2011 diperdagangkan hanya beberapa sen hingga beberapa dolar per keping, sehingga pergerakan sekecil apa pun hari ini bisa merepresentasikan keuntungan di atas kertas yang mencapai ratusan ribu persen. Galaxy mendefinisikan koin sebagai dorman begitu tidak bergerak setidaknya selama satu tahun, ambang batas yang dilampaui kelompok wallet ini lebih dari satu dekade pada sebagian besar kasus. Tracker on-chain yang mengikuti kluster serupa dari era 2011 tahun ini bahkan mencatat keuntungan alamat individual yang menembus enam digit dalam persentase, menegaskan betapa awal pemegang koin ini masuk. Namun tren yang lebih luas justru tidak sedang mempercepat — Alex Thorn, kepala riset Galaxy Digital, menunjukkan bahwa volume bitcoin dorman yang berpindah on-chain selama kuartal kedua justru turun ke level terendah sejak kuartal ketiga 2022, menjadikan kluster ini semacam outlier di tengah tren pemegang lama yang umumnya tetap diam.

Baca juga: CEO Metaplanet: Titik Dasar Bitcoin Sudah Lewat, Bulan Cerah Menanti

Pergerakan Tak Selalu Berarti Penjualan

Pergerakan semacam ini rutin memicu spekulasi soal apakah pemegang jangka panjang bersiap menjual, karena wallet yang bergerak sering menjadi langkah pertama yang terlihat sebelum dana mencapai exchange. Tapi transfer saja belum tentu mengonfirmasi penjualan — koin kerap berpindah untuk keperluan upgrade cold storage, penyedia kustodian, atau transfer warisan tanpa pernah menyentuh pasar. Dengan bitcoin diperdagangkan jauh di bawah level tertingginya baru-baru ini setelah Agustus yang bergejolak, gelombang nyata pasokan berusia satu dekade yang mencapai exchange akan menambah tekanan jual segar di saat permintaan ETF spot sudah menunjukkan tanda-tanda mendingin. Analis akan terus mengamati aliran on-chain lanjutan dari alamat-alamat ini untuk konfirmasi ke mana sebenarnya koin tersebut berakhir sebelum menarik kesimpulan soal niat di baliknya.

Yang Perlu Diperhatikan

Galaxy Research secara terpisah mencatat bahwa sebagian alamat berusia serupa terkait dengan proses hukum yang tidak berhubungan, pengingat bahwa tidak semua headline wallet dorman menunjuk pada keputusan jual yang sederhana. Untuk saat ini, sinyal paling jelas yang perlu diperhatikan adalah apakah koin dari salah satu dari enam wallet tersebut mendarat di alamat deposit exchange yang dikenal dalam beberapa hari ke depan — itu akan menjadi konfirmasi terkuat bahwa penjualan, bukan sekadar perubahan kustodian, sedang berlangsung. Sampai saat itu, kluster ini bergabung dengan daftar panjang reaktivasi wallet purba yang oleh trader biasanya dianggap sebagai keingintahuan terlebih dahulu, baru kemudian sinyal pasar.