Departemen Kehakiman Amerika Serikat (DOJ) menyita wallet berbasis Ethereum yang berisi 2.117.677,97 USDT, yang dilacak berasal dari skema penipuan investasi "pig-butchering" menggunakan platform trading palsu untuk menguras tabungan para korban. Tindakan ini dilakukan melalui proses forfeiture perdata in rem, mekanisme hukum yang menyasar langsung aset kripto tanpa perlu terlebih dahulu ada putusan pidana terhadap individu tertentu.

Dalam berkas pengajuannya, DOJ menyatakan bahwa "USDT tersebut dapat disita berdasarkan hukum federal karena merupakan hasil dari penipuan transfer dana (wire fraud) dan pencucian uang." Tether, penerbit stablecoin tersebut, bekerja sama dengan penyidik untuk membekukan token begitu wallet itu teridentifikasi.

a close up of a gold coin on a cell phone
Photo by Paid Blocks on Unsplash

Cara Kerja Skema Penipuan Ini

Menurut dokumen pengadilan, jaringan di balik penipuan ini merekrut korban lewat kombinasi aplikasi kencan, pesan WhatsApp, media sosial, dan lowongan kerja palsu. Setelah kontak terjalin, target diarahkan ke platform investasi kripto palsu yang menampilkan dasbor keuntungan rekayasa yang dirancang untuk mendorong setoran yang makin besar.

Modusnya mengikuti pola yang lazim ditemui pada jenis penipuan ini: ketika korban akhirnya mencoba menarik keuntungan yang mereka kira nyata, mereka sering diminta membayar biaya tambahan berupa "pajak" atau "verifikasi" terlebih dahulu. Tidak ada penarikan dana yang pernah terwujud, karena platform itu sendiri sepenuhnya fiktif. Setidaknya satu korban yang disebut dalam kasus ini berdomisili di Tennessee.

Melacak Jejak Uang

Penyidik menggunakan analisis blockchain untuk melacak dana curian yang berpindah lewat berbagai wallet Ethereum dalam upaya menyamarkan asal-usulnya. Upaya pelacakan itu akhirnya menghubungkan hasil pencucian uang tersebut dengan wallet yang kini disita.

Masalah yang Terus Membesar

Kasus ini menambah panjang data federal soal penipuan terkait kripto. Laporan terbaru FBI, yang mencakup tahun 2024, mencatat lebih dari 41.000 pengaduan terkait penipuan kripto, dengan total kerugian mencapai $5,8 miliar. Terpisah, paruh pertama 2026 mencatat 207 insiden peretasan di seluruh industri kripto, lebih dari dua kali lipat dibanding 85 insiden yang tercatat pada paruh pertama 2025 — tren yang menjelaskan mengapa lembaga federal semakin mengandalkan forfeiture perdata dan kerja sama penerbit stablecoin untuk menarik kembali dana yang dicuri.