Bybit memperluas produk earning Dual Asset dengan menambahkan empat saham tokenisasi baru: Tesla (TSLAX), Meta (METAX), Circle (CRCLX), dan Robinhood (HOODX), sehingga total xStocks yang bisa diperdagangkan lewat fitur ini kini mencapai 10. Dual Asset memungkinkan pengguna menyetor satu aset dan mendapatkan yield yang cair dalam aset tersebut atau pasangannya, tergantung pergerakan harga saat jatuh tempo — struktur yang makin sering diperluas bursa dari pasangan kripto ke ekuitas tokenisasi.
Perluasan ini menempatkan Bybit lebih dalam ke kategori saham tokenisasi yang tumbuh cukup cepat hingga menarik hampir semua bursa besar sekaligus. xStocks, standar token di balik daftar Bybit ini, dibangun lewat kemitraan antara Kraken dan Backed, dan telah menjadi penyedia dominan di sektor ini — melampaui $25 miliar volume transaksi total dalam waktu kurang dari delapan bulan, sekaligus menguasai sebagian besar volume trading ekuitas tokenisasi di Solana.
Baca juga: Bybit Perluas Perpetual TradFi Lewat Shopify, Biogen, dan Kontrak Pre-IPO Unitree
Produk yield bertemu eksposur ekuitas
Menumpuk produk terstruktur berbasis yield di atas eksposur saham tokenisasi adalah langkah yang cukup jauh melampaui trading spot sederhana, karena memungkinkan pengguna memperoleh imbal hasil dari eksposur Tesla atau Meta mereka tanpa perlu aktif memperdagangkan posisi tersebut — pendekatan yang selama ini lebih umum dijumpai pada pasangan kripto yang volatil ketimbang token berbasis ekuitas. Bybit tidak mengungkapkan tingkat yield spesifik untuk pasangan Dual Asset yang baru ditambahkan, atau bagaimana perbandingannya dengan yield pada enam penawaran xStocks yang sudah ada sebelumnya.
Bersaing di kategori yang tumbuh cepat
Langkah Bybit ini mengikuti pola industri yang lebih luas, yakni bursa-bursa berlomba menambahkan ekuitas tokenisasi sekaligus melapisinya dengan jenis produk tambahan seperti opsi, staking, dan kini yield dua mata uang. Pasar spot saham tokenisasi sendiri telah tumbuh menjadi sekitar $487 juta pada akhir kuartal pertama 2026, dan terus berkembang seiring makin banyak bursa yang bersaing memperebutkan volume trading yang sama.