Sorotan

  • Cardone Capital menaikkan alokasi Bitcoin untuk proyek Fort Lauderdale-nya dari 350 BTC menjadi 900 BTC.
  • Pendiri Grant Cardone menjalankan strategi real estate-plus-Bitcoin milik firma ini di seluruh portofolio senilai $5,3 miliar.
  • Firma ini tengah mengejar target memasangkan 15.000 unit apartemen dengan 10.000 BTC di sepuluh dana investasi.
  • Cardone Capital memegang sekitar $200 juta dalam Bitcoin per Mei, dan sudah membeli lebih dari 1.000 BTC dalam setahun terakhir.
  • Strategi ini memakai pendapatan sewa, bukan penggalangan modal baru, untuk dollar-cost average masuk ke Bitcoin tanpa memandang harga.

Grant Cardone, pendiri firma investasi real estate Cardone Capital, mengatakan perusahaannya lebih dari menggandakan alokasi Bitcoin yang terkait dengan proyek Fort Lauderdale-nya, menaikkannya dari 350 BTC menjadi 900 BTC, menurut PANews. Kenaikan ini melanjutkan strategi yang sudah dijalankan Cardone secara terbuka selama lebih dari setahun: memasangkan properti real estate multifamily dan perkantoran tradisional dengan treasury Bitcoin yang terus tumbuh, didanai sebagian besar dari arus kas properti itu sendiri, bukan lewat penggalangan ekuitas baru. Cardone Capital sebelumnya sudah menandai alokasi 350 BTC untuk akuisisi Fort Lauderdale saat kesepakatan itu pertama kali diungkap awal tahun ini, sehingga langkah ini lebih tepat disebut memperbesar komitmen yang sudah ada, bukan kesepakatan baru sama sekali.

a plane flying over a beach next to the ocean
Photo by Occy on Unsplash

Strategi Sewa-ke-Bitcoin dengan Skala $5,3 Miliar

Cardone Capital mengelola sekitar $5,3 miliar aset real estate, dan Cardone menyebut target jangka panjang firmanya adalah memasangkan 15.000 unit apartemen dengan 10.000 BTC yang tersebar di sepuluh dana investasi — empat di antaranya sudah diluncurkan, dan tiga sudah oversubscribed. Per Mei, firma ini memegang sekitar $200 juta dalam Bitcoin di samping kepemilikan properti residensial dan kantor Kelas A-nya, dan sudah menambah lebih dari 1.000 BTC dalam setahun terakhir lewat pendekatan yang sama, didanai dari pendapatan sewa. Cardone menyebut model ini memakai uang sewa untuk dollar-cost average masuk ke Bitcoin secara rutin, tanpa memandang harga, dengan argumen bahwa pemasangan ini memungkinkan investor menangkap stabilitas arus kas dari real estate sekaligus potensi kenaikan Bitcoin, tanpa harus menanggung volatilitas alokasi kripto murni. Firma ini mematok proyeksi imbal hasil di kisaran 22% sampai 32% untuk dana yang distruktur seperti ini.

Mengapa Timing Ini Menonjol

Baca juga: Short Squeeze Rekor Bitcoin Picu Spekulasi Reset Bull Market

Kenaikan alokasi ini terjadi di minggu yang sama ketika ETF Bitcoin spot mencatat delapan hari beruntun arus masuk bersih, menandakan langkah Cardone sejalan dengan pola yang lebih luas: alokator institusional dan semi-institusional terus menambah eksposur Bitcoin lewat struktur di luar pembelian spot langsung — ETF untuk investor pasar publik, strategi treasury untuk korporasi, dan kini dana terkait real estate untuk investor yang mengejar yield namun mungkin enggan masuk kripto secara langsung. Pendekatan Cardone juga menonjol karena mengaitkan akumulasi Bitcoin dengan aset riil yang punya arus kasnya sendiri, sehingga program pembeliannya tak bergantung pada modal baru terus-menerus — perbedaan struktural dari strategi treasury korporasi yang kadang mengandalkan penerbitan utang atau ekuitas untuk mendanai pembelian.

Yang Perlu Diperhatikan Selanjutnya

Milestone berikutnya bagi strategi ini adalah apakah Cardone Capital akan meluncurkan dana tambahan menuju target sepuluh dana dan 10.000 BTC-nya, serta apakah alokasi BTC final proyek Fort Lauderdale bertahan di 900 koin atau terus membesar seiring kesepakatan rampung. Investor juga akan memantau apakah pergerakan harga Bitcoin di sekitar level resistance saat ini memengaruhi kecepatan pembelian rutin berbasis sewa ke depan, mengingat strategi ini memang dirancang untuk terus average in tanpa memandang volatilitas jangka pendek.