CEO BitGo, Mike Belshe, menilai CLARITY Act membawa Amerika Serikat ke jalur yang tepat untuk regulasi kripto, dengan alasan hampir semua ekonomi besar lain sudah lebih dulu menetapkan aturan yang jelas untuk aset digital, sementara AS masih tertinggal. Berbicara kepada Crypto Banter, Belshe menekankan perlunya kerangka hukum yang solid, yang memberi investor maupun perusahaan kepastian untuk merencanakan langkah jangka panjang.
Belshe, salah satu pendiri BitGo — kustodian cryptocurrency independen terbesar di dunia — dikenal sebagai salah satu suara industri yang paling konsisten soal regulasi. Ia berulang kali menyampaikan kepada media termasuk Bloomberg bahwa mengodifikasi aturan kripto ke dalam undang-undang adalah satu-satunya cara untuk menghindari perubahan kebijakan mendadak setiap kali terjadi pergantian pemerintahan. Belshe juga secara langsung menyindir perusahaan-perusahaan yang melobi menentang RUU ini, dengan berargumen bahwa perusahaan yang paling keras menolak CLARITY Act justru mungkin yang paling membutuhkan kepastian hukum darinya.
Apa Sebenarnya yang Diatur Clarity Act
RUU ini berupaya menyelesaikan salah satu perdebatan terlama di industri dengan membagi kewenangan regulasi antara Commodity Futures Trading Commission (CFTC) dan Securities and Exchange Commission (SEC), sekaligus memperkenalkan kerangka khusus untuk stablecoin dan aset digital lainnya. Argumen Belshe adalah tanpa pembagian tugas berbasis undang-undang semacam ini, bank-bank tradisional akan tetap enggan membangun produk kripto atau melakukan kustodi aset digital dalam skala besar, karena mereka tidak bisa memastikan aturan regulator mana yang berlaku — atau apakah aturan itu akan bertahan hingga siklus pemilu berikutnya.
Baca juga: Stand With Crypto Dukung 32 Kandidat Midterm, Industri Gelontorkan Hampir $200 Juta
Uang Industri Sudah Bertaruh pada Hasil Ini
Advokasi publik Belshe adalah bagian dari dorongan yang lebih luas dan didanai besar-besaran. Kelompok politik kripto sudah mendukung 32 kandidat midterm, sementara industri telah menggelontorkan hampir $200 juta pada siklus pemilu kali ini — skala pengeluaran yang mencerminkan betapa besar bobot yang diberikan perusahaan seperti BitGo pada upaya meloloskan kerangka hukum yang langgeng, ketimbang mengandalkan panduan regulator yang menguntungkan namun bisa saja dibalik begitu saja oleh pemerintahan berikutnya.
Yang Perlu Diperhatikan
Jalur Clarity Act di Kongres tetap jadi variabel kunci — soal waktu markup, jadwal di lantai Senat, dan apakah pembagian yurisdiksi CFTC/SEC bisa bertahan dari lobi industri dalam bentuknya saat ini. Pernyataan Belshe menyiratkan BitGo akan terus mendorong pengesahan RUU ini secara terbuka, bukan menunggu diam-diam, dan penanda berikutnya yang perlu diperhatikan adalah apakah Kongres akan menggerakkan RUU ini sebelum jadwal legislatif sesi saat ini makin ketat menjelang midterm.