Juru bicara Kementerian Luar Negeri China, Lin Jian, mengatakan Beijing dengan tegas menolak apa yang ia sebut sebagai sanksi sepihak ilegal yang tidak berdasar pada hukum internasional atau otorisasi Dewan Keamanan PBB — langsung menampik permintaan AS agar China ikut membantu mengisolasi Iran secara ekonomi. Crypto Banter menyoroti pernyataan tersebut, di mana Lin berargumen bahwa perang ekonomi dan taktik tekanan maksimum tidak akan menyelesaikan akar konflik, dan justru berpotensi memperuncing ketegangan.
Pernyataan ini disampaikan dalam briefing pers rutin Kemlu China pada 21 Agustus, setelah Washington — termasuk Menteri Keuangan Scott Bessent — mendesak Beijing dan pemerintah lain untuk membantu memutus jalur ekonomi terakhir yang masih dimiliki Iran. Lin mendesak semua pihak untuk kembali ke jalur politik dan diplomatik, bukan taktik tekanan — sikap yang konsisten dipegang China sepanjang kebuntuan saat ini.

Mengapa Ini Penting bagi Jaring Sanksi AS
Dorongan sanksi Washington sendiri makin sering menyasar jalur kripto yang dipakai Iran dan negara-negara tersanksi lain untuk memutar arah sistem dolar tradisional. Operation Economic Outcast yang baru diluncurkan Departemen Keuangan AS menetapkan aset digital sebagai salah satu dari lima sektor fokus sanksi, pengakuan eksplisit bahwa stablecoin dan exchange kripto telah menjadi jalur penting untuk menghindari sanksi. Penolakan China untuk bekerja sama dalam kampanye isolasi yang lebih luas ini melemahkan koalisi yang dibutuhkan Washington untuk menutup jalur-jalur tersebut secara global, mengingat exchange, meja OTC, dan perantara pembayaran asal China masih menjadi simpul penting dalam aliran dana yang berusaha diputus AS.
Bacaan Pasar
Gesekan geopolitik semacam ini biasanya berdampak dua arah bagi pasar kripto. Di satu sisi, front sanksi AS-China yang retak membuat lebih sulit untuk sepenuhnya menutup permintaan stablecoin sebagai pengganti dolar di negara-negara tersanksi, yang bisa mendukung penggunaan USDT dan token sejenis di jalur perdagangan pasar gelap. Di sisi lain, ketegangan Iran yang berlarut-larut tetap menjaga premi risiko geopolitik pada minyak dan aset berisiko secara umum — dinamika yang sudah terlihat dari harga bensin AS yang naik akibat berkurangnya lalu lintas kapal di Selat Hormuz. Nuansa risk-off ini bersaing langsung dengan reli yang didorong likuiditas yang membawa Bitcoin mendekati $80K bulan ini.
Yang Perlu Diperhatikan Selanjutnya
Sinyal jangka pendeknya adalah apakah Washington akan memperluas daftar sanksinya lebih jauh tanpa dukungan China, atau apakah kebuntuan diplomatik ini memaksa pendekatan yang lebih terbatas. Tindakan baru Departemen Keuangan yang menyasar entitas kripto tambahan — mengikuti kerangka Operation Economic Outcast — akan menjadi indikator paling jelas bahwa AS memilih melangkah sepihak, ketimbang menunggu kerja sama internasional yang lebih luas.