Menteri Keuangan AS Scott Bessent mengumumkan kampanye sanksi besar-besaran terhadap Iran pada hari Senin, membingkainya dengan istilah yang secara eksplisit bersejarah. Bull Theory melaporkan Bessent mengatakan kepada wartawan bahwa Iran menghadapi "pilihan yang sangat jelas: isolasi global penuh dan ekonomi subsisten, atau jalan kembali menuju normalitas dan ekonomi global," seiring pemerintahan meluncurkan apa yang mereka namai "Operation Economic Outcast" untuk menutup setiap alternatif bagi Teheran.

Cakupannya tergolong luar biasa luas untuk satu paket sanksi. Menurut laporan yang dirujuk dalam unggahan Bull Theory, Kantor Pengawasan Aset Luar Negeri (OFAC) Departemen Keuangan mengeluarkan penetapan sektoral baru yang mencakup lima bidang sekaligus: aset digital, emas, penerbangan, teknologi, dan pelayaran, bersama sanksi yang menyebut lebih dari 60 entitas, individu, dan kapal yang dituduh membantu Iran memindahkan pendapatan minyak atau memperoleh teknologi nuklir dan rudal. Aset digital yang disandingkan dengan emas dan pelayaran sebagai kategori sanksi tersendiri ini sendiri menarik perhatian — menandakan Departemen Keuangan kini memperlakukan jalur kripto sebagai saluran rutin untuk menghindari sanksi yang layak ditutup secara langsung, bukan sekadar tambahan yang ditempelkan pada langkah-langkah minyak dan perbankan.

white concrete bridge under blue sky during daytime
Photo by Neda azizi on Unsplash

Sejumlah akun yang memantau pengumuman ini secara real-time sepakat pada satu ancaman inti yang sama: eksposur terhadap sistem dolar AS itu sendiri kini menjadi mekanisme penegakannya. The Kobeissi Letter mencatat peringatan Bessent bahwa siapa pun yang "membantu Iran" akan dikeluarkan dari sistem dolar AS, dan negara yang "tetap berpihak pada Iran akan ikut terisolasi bersama mereka." Secara terpisah, Whale Insider menyoroti janji Bessent bahwa "AS akan memblokir setiap sumber pendapatan potensial untuk IRGC," merujuk langsung pada jaringan pembiayaan eksternal Korps Garda Revolusi Islam.

'Masa Tenggang' Sebelum Sanksi Sekunder Berlaku

Peluncuran ini mengikuti pola yang sudah pernah dipakai pemerintahan sebelumnya: jendela peringatan sebelum penegakan yang lebih keras. Unggahan Whale Insider sebelumnya, mengutip Fox, menyebut Bessent tengah bersiap memberi Iran "peringatan terakhir" sebelum mengungkap rincian sanksi sekunder. Bessent mengatakan pemerintahannya memberi "masa tenggang" singkat bagi entitas-entitas untuk melepas eksposur terkait Iran sebelum sanksi sekunder berlaku — tapi juga memperingatkan bahwa jendela waktu itu akan "bergerak sangat cepat."

Sanksi terhadap Sebuah Bank Dikabarkan Akan Menyusul Pekan Ini

Watcher.Guru melaporkan bahwa Bessent mengatakan ia memperkirakan sebuah lembaga keuangan besar akan dikenai sanksi pekan ini, tanpa menyebut nama targetnya. Itu akan menandai eskalasi melampaui individu, kapal, dan entitas cangkang yang biasanya disebut dalam tindakan semacam ini — bank yang disanksi, seukuran apa pun, akan menimbulkan efek berantai bagi hubungan korespondensinya dan setiap mitra transaksi, termasuk exchange dan kustodian, yang bersinggungan dengan rekeningnya.

Bessent menyamakan upaya ini dengan D-Day, mengatakan kepada wartawan bahwa pemerintahannya meluncurkan "serangan ekonomi terhadap koneksi finansial Iran di seluruh dunia" dengan tujuan memutus "setiap jalur hidup ekonomi yang menopang rezim tirani ini hingga Teheran berdiri sendirian," menurut catatan CBS News atas konferensi pers hari Senin tersebut.

Mengapa Ini Penting di Luar Iran

Khusus untuk pasar kripto, penetapan sektoral aset digital ini adalah detail yang patut diperhatikan. Ini memberi Departemen Keuangan kewenangan untuk menyanksi exchange, mixer, meja over-the-counter, atau klaster wallet mana pun yang terbukti memfasilitasi penghindaran sanksi Iran, tanpa perlu penetapan baru yang lebih sempit setiap kali — alat yang lebih luas dan lebih cepat dibanding yang biasa dipakai OFAC untuk penegakan khusus kripto. Dikombinasikan dengan ancaman sistem dolar yang menyasar institusi mana pun yang masih berbisnis dengan Teheran, paket ini menaikkan standar kepatuhan bagi exchange dan bank yang beroperasi di sekitar arus dana terkait Iran, jauh melampaui perusahaan yang punya eksposur langsung ke Iran sendiri.