Kinetiq, protokol liquid staking terbesar di HyperEVM milik Hyperliquid, mengumumkan Elysium — jaringan layer-2 baru yang dirancang untuk meningkatkan performa dan throughput HyperEVM sekaligus memperdalam konektivitasnya dengan HyperCore, mesin trading inti Hyperliquid. Wu Blockchain melaporkan bahwa Elysium akan memakai HYPE, token native Hyperliquid, sebagai aset gas-nya — mengikat langsung penggunaan layer-2 baru ini dengan permintaan terhadap token yang sudah mengamankan chain utamanya.

Kinetiq meluncur pada Juli 2025 dan dengan cepat menjadi opsi liquid staking terdepan di Hyperliquid, mengatasi dilema klasik antara imbal hasil staking dan likuiditas modal lewat penerbitan token tanda terima yang bisa diperdagangkan, kHYPE, atas HYPE yang di-stake. Elysium memperluas fokus infrastruktur itu selangkah lebih jauh: bukan sekadar mengurus staking, ia bertujuan memberi HyperEVM lingkungan eksekusi yang lebih cepat dan throughput lebih tinggi, sembari tetap terhubung erat dengan order book dan data pasar HyperCore.

Kinetiq Unveils Elysium L2 to Speed Up Hyperliquid, Uses HYPE as Gas
Image via @WuBlockchain on X

Bagaimana Struktur Model Fee-nya

Menurut riset dari OAK Research, fee sequencer Elysium akan dibagi tiga: 50% dipakai untuk membeli dan membakar KNTQ, token governance milik Kinetiq sendiri, di pasar terbuka; 25% mengalir ke developer yang membangun di jaringan tersebut; dan sisanya, 25%, masuk ke treasury protokol. Struktur ini memberi penggunaan Elysium tautan deflasi langsung ke KNTQ, mencerminkan pola desain yang makin umum dipakai L2 yang ingin mengaitkan aktivitas jaringan dengan nilai token, alih-alih hanya mengandalkan yield staking atau hak governance semata.

Baca juga: BNB Chain Aktifkan Hard Fork Pasteur, Perkuat Bridge dan Dongkrak Throughput

Mengapa Ini Penting bagi Ekosistem Hyperliquid

Hyperliquid membangun reputasinya sebagai exchange perpetual on-chain berperforma tinggi, tapi HyperEVM — lapisan smart contract serba guna yang berjalan berdampingan dengan HyperCore — masih menghadapi keterbatasan performa khas EVM pada umumnya. L2 khusus yang terhubung langsung ke HyperCore ini mengatasi bottleneck nyata tersebut: developer jadi bisa membangun aplikasi DeFi yang lebih kompleks tanpa terbatas oleh throughput dasar HyperEVM, sementara HYPE tetap menjadi pusat gravitasi ekonomi di kedua lapisan.

Yang Perlu Diperhatikan

Kinetiq mengatakan detail lebih lanjut masih akan menyusul, termasuk soal faucet token testnet Elysium dan jadwal peluncurannya. Metrik kunci yang perlu dipantau begitu Elysium resmi live adalah volume fee sequencer (yang menjadi bahan bakar buyback-and-burn KNTQ) serta apakah aktivitas developer benar-benar bermigrasi dari lapisan dasar HyperEVM ke L2 baru ini.