Sorotan

  • Trader Michaël van de Poppe menyebut LINK sudah memasuki tren naik melawan Bitcoin dan layak dibeli saat harga terkoreksi.
  • Target jangka pendeknya adalah tembusnya level 2.400 satoshi pada pair LINK/BTC.
  • Level itu, menurutnya, akan membawa LINK menembus $20 di pair dolar.
  • LINK sudah naik sekitar 17% dalam sepekan terakhir, diperdagangkan di kisaran $11,35-$11,72 di bursa-bursa utama.
Chainlink Turns Uptrend Against Bitcoin, Trader Eyes $20 LINK
Image via @CryptoMichNL on X

Chainlink menunjukkan tanda-tanda awal penguatan relatif terhadap Bitcoin. Trader Michaël van de Poppe mengatakan kepada para pengikutnya bahwa $LINK sudah memasuki tren naik versus $BTC, dan dip di level saat ini layak dibeli. Klaim ini muncul setelah LINK mencatat pergerakan tajam dalam dolar: token tersebut diperdagangkan sekitar $11,35 di Coinbase dan berkisar $11,30-$11,72 di bursa-bursa utama, naik sekitar 17% dari sekitar $9,66 sepekan sebelumnya. Kenaikan ini melanjutkan tren sejak awal Agustus, ketika LINK masih diperdagangkan di kisaran $8,13-$8,20 — sekitar 84% di bawah rekor tertinggi sepanjang masa yang dicapai pada 2021.

Level yang Jadi Sorotan Trader

Tesis van de Poppe berpusat pada pair LINK/BTC, bukan sekadar grafik dolar — pembeda yang biasa dipakai trader teknikal untuk memisahkan penguatan relatif sesungguhnya dari sekadar ikut naik-turunnya Bitcoin. Target pertamanya adalah tembusnya level 2.400 satoshi, yang menurutnya akan membuka jalan bagi LINK menembus $20 di pasar dolar, lebih dari 75% di atas harga saat ini. Setup ini sejalan dengan pola yang lebih luas: trader lain sebelumnya menyebut sapuan likuiditas Bitcoin sebagai sinyal bahwa modal bisa berotasi ke altcoin yang selama ini tertinggal dari BTC sepanjang tahun, dan breakout Chainlink melawan Bitcoin bisa menjadi bagian dari narasi rotasi tersebut.

Mengapa Breakout di Pair BTC Penting

Bagi altcoin secara umum, kenaikan berkelanjutan melawan Bitcoin — bukan cuma melawan dolar — biasanya dibaca sebagai sinyal rotasi modal yang lebih meyakinkan, sebab sebuah token bisa saja naik dalam dolar semata-mata karena Bitcoin sendiri sedang reli. Jaringan oracle Chainlink tetap menjadi infrastruktur fundamental bagi sebagian besar feed harga DeFi dan pesan lintas-chain, memberi LINK peran struktural yang menurut sejumlah trader membenarkan akumulasi ulang setiap kali token ini underperform dalam waktu lama — seperti yang terjadi selama beberapa tahun terakhir dibanding puncaknya pada 2021. Apakah rebound saat ini menandai awal tren yang bertahan atau sekadar relief rally yang gagal lagi, kemungkinan besar bergantung pada apakah LINK bisa mempertahankan kenaikannya jika Bitcoin kembali bergejolak.

Baca juga: Trader Sebut Sapuan Likuiditas BTC Buka Jalan Altcoin Unggul

Yang Perlu Dipantau Selanjutnya

Penanda teknikal langsungnya adalah level 2.400 satoshi di grafik LINK/BTC. Breakout bersih dan bertahan di atas level itu jadi konfirmasi yang dipakai van de Poppe untuk memvalidasi klaim tren naik ini, dengan $20 sebagai target lanjutan dalam dolar. Kegagalan menembus level tersebut, atau pembalikan ke kisaran $8-9 yang sempat ditempati LINK awal Agustus, akan melemahkan tesis rotasi ini.

FAQ

Apa itu pair LINK/BTC dan kenapa penting?
Pair ini mengukur harga Chainlink langsung terhadap Bitcoin, bukan dolar AS, yang dipakai trader untuk menilai apakah sebuah token benar-benar menguat atau cuma ikut pergerakan Bitcoin.

Level harga apa yang jadi sorotan trader?
Michaël van de Poppe memantau tembusnya level 2.400 satoshi di pair LINK/BTC sebagai konfirmasi tren naik, dengan target dolar terkait di atas $20.

Bagaimana performa LINK belakangan ini?
LINK naik sekitar 17% dalam sepekan terakhir, diperdagangkan di kisaran $11,30-$11,72 per akhir Agustus 2026, naik dari level sekitar $8,13-$8,20 di awal Agustus.

Apakah $20 target jangka pendek atau jangka panjang?
Target ini dikaitkan dengan tembusnya level 2.400 satoshi, bukan tanggal tertentu — artinya bergantung pada apakah breakout LINK/BTC benar-benar terkonfirmasi.