Sebuah database baru yang bisa dicari, disusun dari catatan penilaian properti publik New York City, menuai kritik tajam dari tokoh-tokoh industri kripto, yang memperingatkan bahwa database ini membuat identifikasi tempat tinggal individu kaya menjadi sangat mudah. Alat ini menarik data dari daftar penilaian properti FY2027 kota tersebut, data nilai pasar tambahan, dan panduan pajak, semuanya dipublikasikan lewat portal Open Data milik kota, lalu mengorganisasikannya ke dalam format yang mudah dicari mencakup hampir setiap unit di gedung-gedung mewah New York.
Pendiri Uniswap, Hayden Adams, menyebutnya sebagai “doxxing massal terburuk yang pernah saya lihat,” dengan berargumen bahwa para pembuat database tersebut “jelas mengambil pandangan yang sangat luas soal ‘bisa jadi’ dan pada dasarnya mendoxxing sebagian besar apartemen mahal di New York City.”
Dari Catatan Publik Menjadi Daftar Target
Data yang mendasarinya secara teknis memang sudah publik sebelumnya, tetapi kritikus menyebut bahwa mengonsolidasikannya ke dalam antarmuka yang bersih dan mudah dicari sepenuhnya mengubah kalkulasi risikonya. CEO Helius, Mert Mumtaz, menggambarkan database ini sebagai “meresahkan,” mencatat bahwa “meski data ini sebagian besar sudah publik sebelumnya dengan cara yang berantakan, mereka telah membersihkannya, mengorganisasikannya, memilah ‘orang kaya,’ dan menyebarkannya secara massal — hanya tanda ke-50 tahun ini bahwa privasi terus menjadi semakin langka.”
“Jadi ini adalah daftar orang-orang kaya beserta alamat mereka. Seperti yang kita lihat di Prancis dan Swedia, hal ini berujung pada penculikan, penyiksaan, dan pembunuhan terkait kripto,” tulis mitra Castle Island Ventures, Nic Carter, menambahkan bahwa “catatan real estat memang semi publik, tetapi ini adalah database yang mudah dicari sekaligus daftar target.”
Gelombang 'Wrench Attack' yang Melonjak
Kritik ini muncul saat serangan fisik yang terkait dengan kekayaan kripto meningkat tajam. Menurut laporan Februari 2026 dari firma keamanan CertiK, terjadi 72 “wrench attack” kripto yang terverifikasi pada 2025, melonjak 75% dari tahun sebelumnya, dengan kerugian gabungan mencapai $40,9 juta. Laporan pertengahan tahun CertiK yang lebih baru menemukan 52 serangan terverifikasi hanya dalam paruh pertama 2026, dengan eksposur finansial mencapai $124 juta — hampir dua belas kali lipat angka pada periode yang sama setahun sebelumnya.
Beberapa kasus terbaru menggambarkan taruhannya. Pada April 2026, otoritas Prancis mendakwa 88 tersangka, termasuk lebih dari sepuluh anak di bawah umur, dalam operasi penindakan skema penculikan kripto yang penuh kekerasan. Bulan berikutnya, jaksa AS mendakwa tiga pria atas perampokan bersenjata di rumah-rumah di California yang terkait dengan jutaan dolar cryptocurrency curian. Pada Juni 2026, dua bersaudara asal Texas mengaku bersalah atas penculikan sebuah keluarga di Minnesota dan memaksa mereka mentransfer $8 juta dalam bentuk kripto.
Dengan latar belakang tersebut, para kritikus berargumen bahwa alat-alat yang mempermudah penentuan lokasi tempat tinggal individu kaya kripto bukanlah latihan transparansi yang netral, melainkan bahaya keselamatan langsung — satu yang berpotensi menjadikan pasar perumahan mewah New York sebagai peta jalan bagi jenis pemerasan penuh kekerasan yang sama seperti yang sudah terdokumentasi di seluruh Eropa dan Amerika Serikat.