Kebuntuan antara Washington dan Teheran meningkat tajam akhir pekan lalu. Bull Theory melaporkan bahwa Iran memperingatkan kapal-kapal yang melanggar aturan transit di Selat Hormuz bisa menghadapi denda, penyitaan, atau perampasan, sementara akun yang sama mencatat rial Iran kini telah kehilangan sekitar 97,5% nilainya dalam setahun, menyentuh titik terendah baru sepanjang masa terhadap dolar.

"D-Day Ekonomi" ala Washington

Respons AS disampaikan dengan nada yang sama tegasnya. Bull Theory menangkap peringatan Menteri Keuangan Scott Bessent bahwa AS tengah meluncurkan apa yang ia sebut ofensif finansial terbesar yang pernah dikerahkan terhadap sebuah negara musuh, seraya menambahkan bahwa negara mana pun yang masih berbisnis dengan Iran akan menjadi pariah global.

Dunia harus paham bahwa tujuan kami adalah memutus setiap jalur ekonomi yang menopang rezim tirani ini, sampai Teheran benar-benar berdiri sendirian.

Bessent menggambarkan kampanye ini di kesempatan lain sebagai upaya isolasi ekonomi terkoordinasi, dengan langkah-langkah baru yang mencakup larangan hampir total perdagangan AS dengan Iran, pembekuan aset pemerintah Iran yang berada di dalam negeri, serta penghentian bantuan luar negeri dan penjualan senjata.

Iran Threatens Hormuz Tolls as Bessent Vows Economic D-Day
Image via @BullTheoryio on X

Balasan Teheran: Tarif dan Ancaman

Iran tak menunggu lama untuk membalas. Coin Bureau mengonfirmasi bahwa Komite Keamanan Nasional Iran telah resmi menyetujui pengenaan biaya transit, dilaporkan berkisar $1-2 juta per kapal tergantung ukuran dan muatan, bagi kapal yang melintasi Selat Hormuz, titik sempit yang dilalui sekitar seperlima aliran minyak dunia. Terpisah, Bull Theory melaporkan kepala keamanan Iran, Rezaei, memperingatkan negara-negara Teluk bahwa bergabung dengan kampanye ekonomi AS akan membuat mereka jadi "musuh", disertai ancaman untuk memblokade ekspor minyak lewat Teluk dan Selat secara lebih luas.

Baca juga: Iran Ancam Blokir Tanker, Rial Ambruk, China Kurangi Impor Minyak

Mata Uang dalam Keadaan Jatuh Bebas

Whale Insider mencatat pelemahan rial hingga menyentuh rekor 1,98 juta per dolar di pasar terbuka Iran, naik dari sekitar 1,5 juta rial di awal tahun, keruntuhan yang didorong oleh inflasi yang mendekati 88% ditambah rezim sanksi yang kian ketat. Pemerintah Iran sejak itu telah menyetujui rencana memangkas empat angka nol dari mata uangnya lewat redenominasi, solusi kosmetik yang sama sekali tidak menyentuh akar keruntuhan perdagangan atau spiral inflasi di baliknya. Whale Insider juga menyoroti peringatan Iran sendiri bahwa mereka akan menyerang kepentingan ekonomi AS secara langsung jika sanksi terus diperketat, membuat jalur pelayaran dan mata uang kini sama-sama menjadi medan pertempuran yang aktif.