Gelombang penolakan lokal terhadap kamera pembaca pelat nomor otomatis buatan Flock Safety yang berbasis di Atlanta telah sampai ke ruang-ruang Kongres AS. Anggota parlemen dari Kentucky, Thomas Massie, mengumumkan di X pada 25 Juli 2026 bahwa ia berencana mengajukan RUU yang menahan dana federal dari pemerintah kota dan lembaga penegak hukum yang menggunakan sistem tersebut, menandai sinyal paling jelas bahwa perlawanan privasi berbasis akar rumput ini telah menjadi isu kebijakan nasional.
Flock Safety, yang didirikan pada 2017, membuat kamera terhubung internet yang memotret kendaraan yang melintas, membaca pelat nomor, dan menggunakan computer vision untuk mencatat detail seperti merek, model, warna, bahkan ciri khas seperti rak atap atau stiker bumper. Perusahaan ini mengklaim sistemnya tidak menggunakan pengenalan wajah dan biasanya menyimpan data selama 30 hari kecuali aturan lokal menentukan lain. Model penyimpanan data itulah yang menjadi sorotan, karena kamera tersebut menciptakan catatan pergerakan kendaraan yang dapat dicari kembali lama setelah kejadian.
Kasus-Kasus Penyalahgunaan yang Terdokumentasi
Backlash ini dipicu oleh serangkaian kasus penyalahgunaan yang terdokumentasi. Di Milwaukee, jaksa mendakwa seorang petugas pada Februari 2026 karena menggunakan sistem tersebut untuk melacak pasangan romantisnya, dan seorang detektif internal affairs yang menyelidiki kasus yang sama justru ditangkap secara terpisah pada Juli karena diduga melakukan hal serupa. Institute for Justice telah mengidentifikasi lebih dari dua lusin kasus di seluruh negeri di mana petugas mengundurkan diri atau ditangkap atas tuduhan menggunakan pembaca pelat nomor untuk menguntit pasangan mereka.
Electronic Frontier Foundation juga telah mendokumentasikan kasus-kasus di mana lembaga mencari basis data pelat nomor selama protes No Kings 2025, dan di mana petugas Texas mencari data Flock dalam sebuah investigasi yang awalnya dicatat sebagai kasus orang hilang tetapi kemudian dikaitkan dengan pengawasan terkait aborsi. Temuan-temuan tersebut memperkuat argumen bahwa penggunaan teknologi ini meluas jauh melampaui tujuan pemberantasan kejahatan yang menjadi alasan penjualannya semula.
Pemerintah Mulai Mundur
Sejumlah pemerintah daerah telah mulai membalikkan kebijakannya. Departemen Kepolisian Los Angeles menghentikan sementara kemitraannya dengan Flock pada Juli 2026, dengan alasan kekhawatiran privasi, berbagi data, dan kontrak, sementara Monroe County, Indiana, memilih mengakhiri kontraknya lebih awal setahun meski mengakui kamera tersebut telah membantu memecahkan kejahatan serius. Leon County, Florida, menunda pendanaan untuk unit tambahan setelah warga menyampaikan kekhawatiran tentang bagaimana data dikumpulkan, disimpan, dan dibagikan.
Penolakan publik juga mengambil bentuk yang lebih terlihat. Antara Juni dan Juli 2026, aktivis di 23 negara bagian melakukan setidaknya 33 insiden terdokumentasi berupa penyemprotan cat, penutupan dengan selotip, penonaktifan, atau perusakan kamera Flock, dengan beberapa di antaranya menghadapi dakwaan pidana akibat perbuatan itu. Di St. Petersburg, Florida, Carl Gunn yang berusia 77 tahun menggelar protes solo dengan memegang papan tanda untuk menghalangi pandangan kamera, sementara di Fresno, California, forum komunitas tentang teknologi ini menarik kerumunan warga yang keberatan hingga melampaui kapasitas ruangan.
Tanggapan Perusahaan
CEO Flock Safety, Garrett Langley, baru-baru ini menarik kembali komentar sebelumnya yang menyebut aktivis anti-Flock sebagai “organisasi teroristik,” dengan menyebut pernyataan tersebut sebagai “sebuah kesalahan.”
Ada kelompok-kelompok saat ini yang memiliki kritik yang valid dan nyata terhadap bisnis ini.
Kepala Kepolisian Fresno, Mindy Casto, menyampaikan pengakuan serupa atas ketegangan yang terjadi, dengan mengatakan kepada warga dalam forum lokal bahwa pihak berwenang harus mencari keseimbangan antara keamanan dan kebebasan. Dengan seorang anggota Kongres kini bergerak untuk mengaitkan syarat pendanaan pada teknologi ini, perdebatan mengenai pengawasan otomatis tampaknya akan bergeser dari ruang dewan kota menuju panggung nasional.