Poin Utama

  • Stablecoin RLUSD milik Ripple menembus kapitalisasi pasar $2,02 miliar, naik sekitar 31% dalam 30 hari terakhir.
  • Suplai terbagi nyaris merata antara XRP Ledger ($962,8 juta) dan Ethereum ($1,05 miliar).
  • RLUSD melesat dari nol ke $2 miliar dalam waktu kurang dari dua tahun sejak diluncurkan Desember 2024.
  • Lebih dari $11,8 miliar RLUSD berpindah tangan lewat 1,39 juta transaksi dalam 30 hari terakhir.
  • Cadangannya disimpan dalam T-bill jangka pendek, reksa dana pasar uang pemerintah, reverse repo semalam, dan simpanan bank.

Stablecoin berpatok dolar milik Ripple, RLUSD, telah menembus ambang kapitalisasi pasar $2 miliar, menurut PANews, yang mengutip laporan CoinDesk soal pencapaian ini. Suplai token tersebut kini berada di kisaran $2,02 miliar, naik sekitar 31% dalam 30 hari terakhir, dengan hampir $963 juta diterbitkan secara native di XRP Ledger dan sekitar $1,05 miliar diterbitkan di Ethereum — pembagian yang nyaris merata dan menurut laporan Bitcoin.com News hanya menyisakan selisih kurang dari $90 juta antara kedua chain tersebut.

a group of colorful bitcoins sitting on top of a white background
Photo by Rodion Kutsaiev on Unsplash

Dua Tahun dari Nol ke $2 Miliar

RLUSD diluncurkan pada Desember 2024, yang berarti pertumbuhannya menuju kapitalisasi pasar $2 miliar terjadi dalam waktu kurang dari dua tahun — sebuah laju yang cukup mencolok mengingat Ripple menerbitkan token ini secara native di masing-masing chain, alih-alih menjembatani satu kumpulan suplai dari satu jaringan ke jaringan lain. Pilihan struktural ini membuat saldo di XRP Ledger dan Ethereum bersama-sama menyumbang hampir seluruh suplai beredar RLUSD, alih-alih satu chain hanya memegang versi wrapped atau bridged dari token milik chain lainnya. Aktivitas ikut membesar seiring suplai: sepanjang 30 hari terakhir, RLUSD mencatat $11,81 miliar transfer yang tersebar di 1,39 juta transaksi, menandakan token ini benar-benar dipakai untuk penyelesaian transaksi aktif, bukan sekadar mengendap di dompet.

Model Cadangan yang Konservatif

Setiap token RLUSD didukung cadangan yang disimpan dalam rekening terpisah berisi T-bill AS jangka pendek, reksa dana pasar uang pemerintah, perjanjian pembelian kembali semalam (reverse repo), dan simpanan bank — komposisi yang mirip dengan model cadangan yang dipakai stablecoin dolar terbesar. Ripple membangun RLUSD di bawah apa yang oleh beberapa media disebut sebagai salah satu kerangka regulasi paling ketat yang tersedia bagi penerbit stablecoin, sebuah positioning yang tampaknya dirancang untuk menarik minat mitra institusional yang selama ini waswas dengan ketidakjelasan regulasi yang sesekali membayangi kompetitor-kompetitor yang lebih besar.

Posisi RLUSD di Pasar yang Makin Padat

Pertumbuhan RLUSD ini terjadi ketika USDC milik Circle terus mencatat hari-hari minting jumbo di berbagai chain seperti Solana, menegaskan betapa besarnya modal yang masih mengalir ke stablecoin berpatok dolar yang teregulasi, bahkan ketika pasar stablecoin secara keseluruhan sudah jauh melewati fase pertumbuhan awalnya. Dengan nilai $2 miliar, RLUSD masih jauh lebih kecil dibanding dua stablecoin terbesar berdasarkan kapitalisasi pasar, tapi pembagian yang nyaris merata antara XRP Ledger dan Ethereum memberi Ripple eksposur ke kasus penggunaan pembayaran di chain rumahnya sekaligus likuiditas DeFi yang lebih dalam di Ethereum.

Baca juga: Bybit Listing Perpetual TMX Saat TermMax Perluas Jangkauan

Yang Perlu Dipantau Selanjutnya

Sinyal berikutnya yang layak dipantau adalah apakah keseimbangan penerbitan RLUSD antara kedua chain ini tetap terjaga seiring suplai yang terus tumbuh, atau justru salah satu jaringan mulai unggul — pergeseran yang akan menunjukkan apakah pertumbuhan RLUSD lebih banyak didorong aktivitas pembayaran native di XRP Ledger atau integrasi DeFi di Ethereum.