Robinhood Chain kini mendekati angka total value locked (TVL) sebesar $1 miliar, kurang dari dua bulan sejak diluncurkan — kurva pertumbuhan yang menurut Standard Chartered adalah yang tercepat pernah dicatat blockchain mana pun berdasarkan metrik ini. TVL-nya dimulai dari sekitar $4,5 juta pada Juni, lalu melonjak hingga sekitar $960 juta, naik 213 kali lipat hanya dalam hitungan minggu.
Data langsung dari dasbor DeFiLlama untuk Robinhood Chain menunjukkan pertumbuhan ini bukan lonjakan sesaat, melainkan kenaikan yang konsisten. Chain ini kini membukukan volume perdagangan di bursa terdesentralisasi setara 1,66 kali total TVL-nya setiap hari (rata-rata 30 hari) — kecepatan perputaran yang jauh melampaui chain-chain mapan seperti Base (0,21x), Solana (0,17x), maupun Ethereum (0,03x) pada periode yang sama.
Uniswap Menanggung Beban Terberat
Hampir seluruh likuiditas itu mengalir lewat satu jalur saja. Integrasi Robinhood Chain dengan Uniswap V2, V3, dan V4 memasok hampir seluruh likuiditas perdagangan di chain ini — pilihan desain yang disengaja agar perusahaan sekuritas ini bisa melompati proses bertahun-tahun yang biasanya harus dilalui blockchain baru untuk membangun kedalaman pasar dari nol. Stablecoin menyumbang porsi terbesar dari nilai yang disetorkan, mencerminkan arah Robinhood yang ingin membawa aset dunia nyata dan aktivitas trading sehari-hari ke on-chain, bukan memposisikan jaringannya sekadar sebagai arena spekulasi.
Awal yang Cepat, Tapi Masih Terlalu Dini untuk Disimpulkan
Robinhood Chain diluncurkan 1 Juli dengan tujuan eksplisit membawa aset dunia nyata ke on-chain, dan langsung mencatat 194.000 pengguna aktif harian pada minggu pertamanya — bukti bahwa basis pengguna ritel Robinhood yang sudah ada memberinya keunggulan distribusi yang jarang dimiliki blockchain baru.
Baca juga: TVL Aave Tembus $18,05 Miliar, tapi Outflow Spot Bayangi Reli
Awal yang kuat semacam ini juga pernah terlihat pada cerita pertumbuhan TVL lain di DeFi tahun ini, di mana angka TVL headline yang mentereng tidak selalu mencerminkan sepenuhnya kesehatan sebuah protokol. Dua bulan data tetap tergolong rekam jejak yang pendek untuk sebuah chain yang dibangun di sekitar aset dunia nyata dan integrasi broker ritel. Apakah Robinhood Chain bisa mempertahankan laju ini begitu sensasi awal memudar — dan begitu penyedia likuiditas punya alternatif di luar satu integrasi AMM — akan menjadi ujian sesungguhnya, apakah pertumbuhan ini mencerminkan product-market fit yang tahan lama atau sekadar arus modal awal yang mengejar venue baru.