Highlights
- Anggota Dewan Eksekutif ECB, Isabel Schnabel, menyebut migrasi uang bank sentral ke blockchain “tidak lagi opsional” demi menjaga kedaulatan moneter zona euro.
- Pernyataan itu disampaikan dalam pidato di Jackson Hole bertajuk “Central banks on-chain” pada 28 Agustus 2026.
- Project Pontes milik ECB, jembatan penyelesaian dari DLT ke sistem TARGET, dijadwalkan meluncur 21 September 2026.
- Schnabel memperingatkan bahwa tanpa langkah nyata, stablecoin berbasis dolar berisiko menjadi lapisan penyelesaian default bahkan di Eropa.
- Kelompok kerja baru beranggotakan 61 institusi mulai bekerja September ini untuk merancang desain buku besar bersama jangka panjang.
Anggota Dewan Eksekutif Bank Sentral Eropa (ECB), Isabel Schnabel, menggunakan panggung Simposium Kebijakan Ekonomi Jackson Hole 2026 untuk menyampaikan pidato bertajuk “Central banks on-chain”. Intinya tegas: memindahkan uang bank sentral ke rel blockchain “tidak lagi opsional” bila Eropa ingin mempertahankan kedaulatan moneternya. Watcher.Guru melaporkan pernyataan ini di X saat mulai beredar pada 30 Agustus. Peringatan utama Schnabel: jika uang publik tetap berada di luar rantai (off-chain) sementara aset keuangan kian banyak diselesaikan lewat distributed ledger, stablecoin berdenominasi dolar bisa saja menjadi lapisan penyelesaian tunai default bahkan di dalam zona euro sekalipun.
Pernyataan itu muncul hanya beberapa pekan menjelang peluncuran Project Pontes, jembatan Eurosystem yang menghubungkan platform DLT institusional langsung ke rel pembayaran TARGET yang sudah berjalan, dan dijadwalkan aktif pada 21 September 2026. Pontes dirancang untuk mendukung finalitas penyelesaian di lapisan DLT yang dioperasikan Eurosystem, lengkap dengan fungsi smart contract dan rencana operasi 24/7 di peta jalannya. ECB sebenarnya sudah mengujinya: proyek percontohan 2024 melibatkan 64 peserta dari sembilan yurisdiksi dan berhasil menyelesaikan sekitar €1,6 miliar uang bank sentral di atas distributed ledger. Beberapa jam kemudian, General Manager BIS Pablo Hernández de Cos ikut menguatkan sikap Schnabel, menegaskan bahwa stablecoin tidak bisa menjadi infrastruktur pembayaran skala besar yang kredibel, dan bahwa deposito bank yang ditokenisasi lalu diselesaikan dengan uang bank sentral on-chain adalah jalan yang jauh lebih tahan lama.
Kenapa ECB Mengawasi Stablecoin Dolar
Bagi pasar kripto, pernyataan ini justru lebih menarik bukan karena isinya soal kripto, melainkan karena menunjukkan siapa yang dianggap ECB sebagai pesaing sesungguhnya: stablecoin dolar seperti USDT milik Tether, yang sendirian menguasai mayoritas pasar stablecoin global. Arsitektur yang diusulkan Schnabel — cadangan tertokenisasi sebagai fondasi, deposito bank komersial tertokenisasi di lapisan atasnya, dan stablecoin euro teregulasi hanya berperan sebagai “pelengkap tepi” — pada dasarnya memposisikan penerbit stablecoin euro sebagai pendamping pembayaran, bukan infrastruktur penyelesaian inti. Struktur semacam ini berpotensi menentukan seberapa agresif proyek stablecoin euro bisa berkembang dibanding pesaing berbasis dolarnya.
Baca juga: CEO Coinbase: Aset Tertokenisasi Bakal Ulangi Momen iPhone
Yang Perlu Dipantau Selanjutnya
Tanggal terdekat yang patut disimak adalah 21 September 2026, saat Project Pontes resmi meluncur sebagai proyek percontohan. Di luar itu, kelompok kontak baru beranggotakan 61 institusi mulai bekerja September ini di bawah payung Project Appia, untuk menentukan apakah Eropa pada akhirnya membutuhkan satu buku besar penyelesaian terpadu atau jaringan platform DLT yang saling terhubung — keputusan yang akan membentuk cara uang digital bank sentral benar-benar dibangun dalam beberapa tahun mendatang.
FAQ
Apa yang dikatakan Isabel Schnabel dari ECB soal blockchain?
Schnabel menegaskan uang bank sentral harus pindah ke rel blockchain, menyebutnya “tidak lagi opsional” demi menjaga kedaulatan moneter Eropa.
Apa itu Project Pontes?
Project Pontes adalah jembatan ECB yang menghubungkan platform DLT institusional ke rel pembayaran TARGET, memungkinkan aset tertokenisasi diselesaikan dengan uang bank sentral; proyek ini meluncur 21 September 2026.
Kenapa ECB mengkhawatirkan stablecoin dolar?
Schnabel memperingatkan bahwa jika uang bank sentral euro tetap berada di luar rantai, stablecoin dolar seperti USDT bisa menjadi lapisan penyelesaian default untuk keuangan on-chain, bahkan di Eropa sekalipun.
Apa itu Project Appia?
Project Appia adalah kelompok kerja beranggotakan 61 institusi yang mulai bekerja September 2026 untuk memutuskan apakah Eropa sebaiknya membangun satu buku besar penyelesaian terpadu atau jaringan platform DLT yang saling terhubung.
