Senator Richard Blumenthal, Demokrat dari Connecticut, mengeraskan kritiknya terhadap industri kripto pada 30 Juli, menyebut kripto sebagai “mata uang pilihan para penjahat” dalam sebuah forum di Capitol Hill. Pernyataan ini disampaikan dalam sesi Senat yang digagas Blumenthal untuk mengkaji bagaimana pelaku penipuan mengeksploitasi aset digital, dengan kesaksian yang berfokus pada modus penipuan berbasis kripto, bukan sekadar perdebatan kebijakan yang abstrak.
Forum tersebut menghadirkan Lori Flowers, seorang eksekutif akun di industri farmasi yang menceritakan kehilangan tabungan dalam jumlah besar akibat penipuan asmara (romance scam) pada 2022. Menurut penuturannya, para pelaku memanfaatkan cryptocurrency secara khusus karena memungkinkan mereka memindahkan dana curian dengan cepat dan tanpa bisa dibatalkan — fitur yang menurut Blumenthal membuat aset digital sangat menarik bagi jaringan penipuan dibanding jalur pembayaran tradisional.
Penolakan terhadap CLARITY Act
Blumenthal memanfaatkan forum ini untuk mempertegas penolakannya terhadap CLARITY Act yang didukung Partai Republik, RUU struktur pasar yang dirancang untuk memberikan kejelasan regulasi federal bagi aset digital. Ia berargumen bahwa RUU tersebut kurang memberikan perlindungan konsumen yang memadai dan akan melemahkan penegakan hukum dengan membatasi kewenangan jaksa agung negara bagian dalam menangani kasus penipuan terkait kripto.
Ia tidak sendirian di kalangan Demokrat Senat. Senator Elizabeth Warren menyebut RUU ini “penuh dengan celah besar,” sementara Senator Chris Van Hollen dan Lisa Blunt Rochester turut menyuarakan keberatan serupa soal minimnya perlindungan konsumen.
Baca juga: Solana Policy Institute, Block Dorong Senat AS Soal CLARITY Act
Retorika kian memanas jelang pemilu paruh waktu
Forum ini mencerminkan pola yang lebih luas di kalangan anggota legislatif progresif yang mempertajam pesan anti-kripto mereka menjelang pemilu paruh waktu (midterm). Senator Bernie Sanders secara terpisah berjanji akan “menghadapi kripto” bersamaan dengan regulasi kecerdasan buatan, menandakan aset digital kemungkinan akan tetap menjadi isu perpecahan yang hidup di jalur kampanye.
Apa artinya bagi prospek RUU ini
Komentar Blumenthal menambah tantangan yang dihadapi CLARITY Act di Senat, di mana resistensi Demokrat soal perlindungan konsumen dan ketentuan penegakan hukum sudah memperlambat momentum. Dengan kesaksian korban penipuan kini menjadi bagian dari catatan publik, pihak yang menentang RUU ini memiliki narasi baru untuk digunakan seiring negosiasi berlanjut.