Binance mengatakan mayoritas volume trading pada produk saham tokenisasi bStock miliknya kini terjadi di luar jam bursa saham konvensional, dengan bursa tersebut mengutip angka 58% dari volume bStock terjadi saat bursa konvensional seperti NYSE dan Nasdaq tutup.

Binance membingkai statistik ini sebagai bukti bahwa permintaan investor akan akses eksposur saham selama 24 jam meluas jauh melampaui jam perdagangan standar. Produk bStock milik Binance memungkinkan pengguna mengonversi dan memperdagangkan versi tokenisasi dari saham yang tercatat secara publik langsung di platformnya, tanpa keterbatasan jadwal broker tradisional.

Binance Says 58% of bStock Trading Happens Outside Market Hours
Image via @binance on X

Argumen untuk pasar yang selalu aktif

"Dunia tidak berdagang dalam satu zona waktu," ujar Binance dalam mempromosikan fitur ini, dengan alasan bahwa akses berkelanjutan memungkinkan investor bereaksi terhadap berita dan pergerakan harga saat itu juga, tanpa perlu menunggu bursa dibuka kembali. Pesan Binance memadukan nilai jual sederhana — mengonversi ke posisi saham kapan saja, tanpa menunggu — dengan angka 58% sebagai bukti bahwa pengguna benar-benar memanfaatkan fleksibilitas tersebut, bukan sekadar memperlakukannya sebagai fitur baru semata.

Baca juga: bStock Nokia Binance Bayarkan Dividen Pertama, Trading 24/7 Makin Diminati

Konteks: saham tokenisasi di platform kripto

Dorongan bStock dari Binance ini sejalan dengan tren yang lebih luas di kalangan bursa kripto yang menambahkan versi tokenisasi dari sekuritas tradisional ke platform mereka, mengaburkan batas antara wahana trading kripto-native dan broker konvensional. Jika trading saham standar terikat oleh jam operasional bursa dan jendela penyelesaian, versi tokenisasi yang setara di bursa kripto pada dasarnya bisa dibeli atau dijual kapan pun platform itu sendiri sedang online.

Binance tidak mengungkapkan total volume trading di balik angka 58% tersebut, maupun bagaimana perbandingannya dengan porsi trading di luar jam bStock pada bulan-bulan sebelumnya, sehingga sulit untuk secara independen mengukur tren pertumbuhan adopsi produk ini.