Circle, penerbit stablecoin USDC, mengumumkan pada hari Senin bahwa mereka mengakuisisi portofolio kekayaan intelektual blockchain milik IBM — kumpulan paten yang mencakup lebih dari 680 keluarga paten dan hampir 1.000 paten yang telah diterbitkan di seluruh dunia. Kedua perusahaan tidak mengungkapkan nilai transaksi ini.
Portofolio ini mencerminkan bertahun-tahun riset yang digelontorkan IBM ke teknologi distributed ledger, dengan konsentrasi khusus pada aplikasi rantai pasok (supply chain). Menurut firma riset GreyB, pengajuan paten blockchain IBM mencapai puncaknya antara 2018 dan 2019, ketika perusahaan tersebut mengajukan lebih dari 500 paten terkait blockchain dalam satu periode, sebelum laju pengajuannya melambat dan fokusnya bergeser ke perangkat transparansi rantai pasok.
Sarah Wilson, general counsel dan corporate secretary Circle, menyebut akuisisi ini sebagai langkah strategis untuk memperkuat infrastruktur inti perusahaan.
“IBM telah menjadi pionir dalam inovasi teknologi, dan akuisisi ini memperluas kemampuan Circle untuk mengembangkan infrastruktur yang menggerakkan keuangan global berbasis internet,” kata Wilson.
Upaya Merebut Kepemimpinan Paten
Dengan tambahan portofolio IBM ini, Circle memposisikan dirinya — dalam istilah mereka sendiri — sebagai pemimpin kepemilikan paten blockchain di Amerika Serikat. Memiliki kumpulan paten fondasional yang padat memberi keunggulan tambahan bagi penerbit stablecoin di pasar yang semakin sering diwarnai sengketa kekayaan intelektual seputar infrastruktur blockchain seiring bertumbuhnya adopsi.
Kesepakatan ini juga menandakan tren yang lebih luas: raksasa teknologi tradisional melepas aset terkait blockchain ke perusahaan yang sedang membangun infrastruktur finansial di atas rel digital, alih-alih terus berinvestasi pada teknologi itu sendiri.
Reaksi Pasar
Investor merespons positif kabar ini. Saham Circle, yang diperdagangkan dengan kode CRCL, naik lebih dari 2% dalam sesi pra-pasar setelah pengumuman tersebut, mencerminkan optimisme bahwa perluasan portofolio paten ini bisa memperkuat posisi kompetitif perusahaan seiring USDC terus berkembang dalam kasus penggunaan pembayaran dan penyelesaian transaksi.
Akuisisi ini terjadi ketika Circle terus memperdalam jejaknya dalam keuangan berbasis internet, area di mana kontrol atas teknologi inti dan kekayaan intelektual semakin dipandang sebagai aset strategis, bukan sekadar langkah defensif.