Poin Utama
- Citrini Research berargumen bahwa The Fed dan Departemen Keuangan AS tengah menuju pendekatan terkoordinasi yang akan mengecilkan neraca The Fed sementara bank-bank memperbesar neraca mereka sendiri.
- Dalam kerangka ini, baik The Fed maupun bank-bank akan membeli lebih banyak Treasury bill, sementara Departemen Keuangan menerbitkan lebih sedikit obligasi jangka panjang, membuat pasokan durasi panjang makin langka.
- Citrini membingkai reformasi likuiditas perbankan sebagai "Kuda Troya" yang memungkinkan accord baru ini terwujud.
- Tesis ini mengaitkan sikap hawkish Ketua The Fed Kevin Warsh soal neraca dengan langkah-langkah pasar obligasi Menteri Keuangan Scott Bessent, menjadi satu pergeseran rezim yang koheren.
- Berkurangnya pasokan obligasi jangka panjang adalah mekanisme yang menurut Citrini bisa memicu reli pada Treasury bertenor 30 tahun.
Sebuah catatan riset dari Citrini Research beredar di kalangan trader obligasi dengan tesis yang cukup provokatif: Federal Reserve dan Departemen Keuangan AS diam-diam sedang menuju kesepakatan koordinasi baru, yang bisa mengubah bentuk pasar Treasury senilai $30 triliun dan memicu reli pada obligasi bertenor 30 tahun. Menurut PANews, mengutip media finansial China Cailianshe, Citrini menggambarkan perubahan dalam pengawasan perbankan AS, manajemen utang Departemen Keuangan, dan kebijakan neraca The Fed sebagai konvergensi menuju apa yang mereka sebut "Treasury-Fed Accord" baru.
Mekanismenya, menurut riset tersebut, bekerja seperti ini: The Fed mengecilkan neracanya sementara bank-bank komersial memperbesar neraca mereka, dan baik The Fed maupun bank-bank itu meningkatkan pembelian Treasury bill jangka pendek. Bersamaan dengan itu, Departemen Keuangan mengubah komposisi penerbitannya, menjauh dari obligasi jangka panjang menuju bill. Efek gabungannya adalah surat utang berdurasi panjang menjadi makin langka di pasar, yang, dengan asumsi faktor lain tetap, seharusnya menekan imbal hasil jangka panjang turun dan mendorong harga naik.
Reformasi Likuiditas Perbankan sebagai "Kuda Troya"
Kerangka berpikir Citrini ini menarik karena mengidentifikasi regulasi likuiditas perbankan, bukan pernyataan kebijakan The Fed, sebagai mekanisme sesungguhnya yang mendorong pergeseran ini. Bloomberg melaporkan bahwa firma riset tersebut memandang reformasi regulasi ini sebagai Kuda Troya: bank-bank menyerap lebih banyak utang pemerintah ke neraca mereka sendiri, membebaskan The Fed untuk mengecilkan kepemilikannya sendiri tanpa membuat pasar kehilangan pembeli untuk Treasury bill. Setup ini berakar dari krisis SIVB/First Republic, yang kembali menempatkan aturan likuiditas era krisis finansial global di bawah sorotan dan membuka jalan bagi pelonggarannya dengan cara yang kebetulan membuat bank-bank menjadi pembeli bill yang lebih besar.
Baca juga: Investor Jepang Lepas Obligasi Asing ¥1,97 Triliun Jelang Kenaikan Suku Bunga BOJ
Warsh dan Bessent Menyatukan Tesis Ini
Riset ini mengaitkan langsung dua sosok: sikap hawkish Ketua The Fed Kevin Warsh soal neraca yang disampaikan secara publik, dan intervensi pasar milik Menteri Keuangan Scott Bessent sendiri, termasuk langkah pasar obligasi yang oleh para trader dijuluki "Bessent Twist." Keduanya, menurut penuturan Citrini, mengarah ke arah yang sama—menuju Departemen Keuangan yang makin bersandar pada penerbitan bill jangka pendek, sementara The Fed mundur dari neracanya sendiri, membiarkan bank-bank mengisi kekosongan tersebut. Kerangka berpikir ini memberi bobot tambahan pada kemunculan Warsh di Jackson Hole pekan ini, karena konfirmasi eksplisit apa pun soal niat neraca dari Ketua The Fed sendiri akan memberi kredibilitas resmi bagi tesis ini.
Yang Perlu Dipantau
Ujian paling jelas bagi tesis Citrini ini akan terlihat pada data lelang Treasury dalam beberapa bulan mendatang: pergeseran menuju penerbitan bill yang lebih berat dan obligasi jangka panjang yang lebih ringan akan menjadi konfirmasi konkret pertama. Yang juga patut dipantau adalah apakah regulator perbankan AS bergerak pada perubahan aturan likuiditas yang ditandai Citrini sebagai langkah pemicu, karena tanpa pergeseran regulasi tersebut, bank-bank punya sedikit insentif untuk menyerap utang jangka pendek yang menjadi tumpuan seluruh kerangka ini.
