Sebanyak 67% wealth manager masih belum punya eksposur kripto sama sekali di portofolio kliennya, menurut polling yang digelar Bitwise pada acaranya sendiri untuk sekitar 400 penasihat keuangan pada 13 September lalu. Angka ini mementahkan narasi bahwa adopsi kripto institusional sudah jauh melampaui ritel — sebab di ruangan yang sama, 60% penasihat justru mengaku berencana menambah alokasi kripto dalam setahun ke depan.

Head of Research Bitwise Ryan Rasmussen dan Chief Investment Officer Matt Hougan memaparkan hasil polling ini secara langsung, dengan cakupan topik yang meluas dari bitcoin dan ether hingga Solana, Hyperliquid, stablecoin, dan tokenisasi. Selain temuan dua pertiga nol alokasi tadi, 60% audiens yang sama menyatakan yakin harga kripto akan berakhir lebih tinggi di penghujung 2026 dibanding posisinya saat polling digelar. Artinya, mayoritas penasihat ini bersikap bullish soal harga, tapi dana kliennya tetap mereka simpan di pinggir lapangan.

Kesenjangan antara sentimen dan alokasi ini bukan hal baru, tapi catatan penting dari polling ini sendiri patut diperhatikan: ini cuma jajak pendapat informal lewat angkat tangan di acara yang digelar Bitwise, bukan survei acak terhadap industri wealth management secara luas. Penasihat yang mau datang ke presentasi manajer aset kripto jelas sudah punya bias ketertarikan pada kripto sejak awal — artinya porsi sebenarnya dari populasi penasihat yang benar-benar nol eksposur kripto kemungkinan lebih tinggi, bukan lebih rendah, dari angka 67% tadi.

Baca juga: VanEck Perluas Tim Kripto Lewat Tiga Perekrutan Baru Aset Digital

Namun ada data lain yang metodologinya jauh lebih ketat dan cukup mendukung tren ini, meski angka utamanya sendiri lunak. Bitwise/VettaFi 2026 Benchmark Survey terhadap penasihat keuangan, yang digelar terpisah dari polling acara September itu, menemukan bahwa 32% penasihat sudah mengalokasikan kripto di akun klien sepanjang 2025, naik dari 22% setahun sebelumnya. Sementara itu, porsi penasihat yang mengaku bisa membelikan kripto untuk kliennya naik ke 42% dari 35%. Di antara portofolio yang sudah memegang aset digital, survei ini menemukan alokasi di atas 2% makin umum ditemukan — pertanda penasihat yang sudah masuk tidak lagi memperlakukan kripto sekadar gestur simbolis.

Digabungkan, kedua data ini menggambarkan industri yang bergerak ke arah yang tepat menurut kacamata Bitwise, tapi start dari basis yang jauh lebih rendah dibanding kesan yang ditimbulkan headline-headline adopsi institusional kripto selama ini. Arus dana ETF, pembelian treasury korporat, dan volume stablecoin memang mendominasi narasi adopsi institusional dalam dua tahun terakhir — arus dana yang bahkan sempat mencatat pekan terbaik sejak Oktober 2025 tak lama sebelum polling ini digelar — tapi kanal wealth management, yakni penasihat keuangan yang benar-benar mengelola uang klien individu, masih tertinggal cukup jauh. Kesenjangan ini mirip dengan yang muncul di polling terpisah terhadap investor ritel, di mana minat yang diutarakan selalu lebih tinggi dibanding eksposur portofolio yang sesungguhnya. Kalau saja separuh dari 60% penasihat yang bilang ke Bitwise akan menambah alokasi dalam 12 bulan ke depan benar-benar merealisasikannya, itu saja sudah jadi kolam permintaan institusional baru yang jauh lebih besar dari yang tersirat pada angka adopsi saat ini.

Apakah realisasi itu benar-benar terjadi kemungkinan besar bukan soal sentimen penasihat — yang menurut data Bitwise sendiri sudah condong bullish — melainkan soal hambatan-hambatan spesifik yang terus disebut penasihat tahun demi tahun dalam Bitwise/VettaFi benchmark survey yang lebih lengkap: ketidakpastian regulasi, disebut 53% penasihat sebagai hambatan utama, dan pembatasan dari kantor pusat (home-office) yang melarang penasihat di firma-firma besar membelikan kripto untuk klien sama sekali, disebut 48%. Kekhawatiran soal kustodi dan kesulitan menilai token yang kurang likuid melengkapi daftar hambatan ini. Semua itu adalah hambatan struktural di level firma, bukan soal kurangnya keyakinan — makanya 99% penasihat yang sudah memegang kripto di 2025 mengaku ke survei yang sama akan mempertahankan atau bahkan menambah posisi di 2026 meski volatilitasnya tinggi. Intinya, pitch dari Rasmussen dan Hougan adalah bahwa hambatan struktural ini sedang runtuh lebih cepat dari yang tercermin pada angka alokasi saat ini.