KuCoin telah meraih sertifikasi ISO 22301:2019 untuk Sistem Manajemen Kelangsungan Bisnisnya, standar yang diakui secara internasional dan mencakup bagaimana sebuah organisasi bersiap, merespons, dan pulih dari gangguan operasional. Auditor independen memverifikasi bahwa bursa ini telah memiliki rencana dan proses terdokumentasi untuk menjaga layanan krusialnya tetap berjalan di tengah berbagai gangguan, mulai dari insiden siber, kegagalan infrastruktur, hingga gangguan layanan pihak ketiga.

Sertifikasi ini melengkapi kredensial kepatuhan KuCoin yang sudah ada, yang mencakup ISO 27001 untuk keamanan informasi dan SOC 2 Type II, yang kini dikelompokkan bersama ISO 22301 di bawah apa yang disebut bursa ini sebagai Trust Framework mereka.

KuCoin Earns ISO 22301 Certification for Business Continuity Management
Image via @WuBlockchain on X

Menyusul Langkah Kompetitor

KuCoin bukan bursa besar pertama yang mengantongi sertifikasi ini. Binance sudah meraih ISO 22301 pada Maret, sementara operasi kustodi Crypto.com juga sudah memegang standar yang sama, berdampingan dengan ISO 27701 dan PCI DSS. Ini membuat pengumuman KuCoin lebih terlihat sebagai upaya menyamai kredensial resiliensi dasar yang sudah lebih dulu dimiliki kompetitor besarnya, ketimbang klaim jadi yang pertama.

Mengapa Sertifikasi Kelangsungan Bisnis Penting Sekarang

Kerangka regulasi termasuk Markets in Crypto-Assets Regulation dan Digital Operational Resilience Act di Uni Eropa, ditambah panduan dari otoritas seperti Monetary Authority of Singapore dan Hong Kong Monetary Authority, kian memperlakukan resiliensi operasional sebagai syarat inti bagi bursa yang ingin beroperasi di pasar yang teregulasi. Sertifikasi seperti ISO 22301 memberi bursa cara yang terdokumentasi dan diaudit pihak ketiga untuk menunjukkan kapabilitas itu kepada regulator dan mitra institusional.

Baca juga: SEC Mulai Susun Aturan Kripto Sendiri saat CLARITY Act Mandek

Sinyal Kepatuhan, Bukan Jaminan

Sertifikasi ini mengonfirmasi bahwa KuCoin memiliki rencana pemulihan terdokumentasi dan lolos audit eksternal atas prosesnya — tapi tidak menjamin rencana tersebut akan benar-benar bertahan saat terjadi gangguan atau serangan skala besar yang nyata. Meski begitu, seiring makin banyak yurisdiksi yang memformalkan ekspektasi resiliensi operasional bagi platform kripto, kredensial seperti ini mulai menjadi prasyarat praktis bagi bursa yang mengejar lisensi di lingkungan regulasi yang lebih ketat. Detail lengkap sertifikasi ini dibagikan dalam pengumuman resmi KuCoin.