Long-term holder (LTH) Bitcoin mengunci keuntungan di tengah penguatan harga belakangan ini, namun data on-chain menunjukkan tren yang lebih luas masih condong ke arah akumulasi ketimbang distribusi. Long-Term Holder Spent Output Profit Ratio (SOPR) telah melonjak cukup signifikan di atas baseline 1,00 sebanyak dua kali tahun ini — sekitar 5 April dan kembali pada 21 Juni — sebelum masing-masing kali surut ke sekitar 0,85.

Lonjakan berulang di atas ambang 1,00 tersebut mengindikasikan long-term holder memang terus merealisasikan keuntungan ketika reli harga memberi mereka kesempatan. Itu merupakan fitur normal dari bull market, bukan sinyal peringatan tersendiri, tetapi tetap menunjukkan bahwa koin yang bergerak on-chain tidak seluruhnya diam.

gold and silver round coin
Photo by Kanchanara on Unsplash

Rasio Modal yang Masih Berada di Bawah Batas Historisnya

Sinyal yang lebih menarik datang dari rasio antara realized capitalization pemegang jangka panjang dan jangka pendek, yang saat ini berada di angka 3,9 — sedikit di bawah ambang 4,0 yang secara historis menandai titik dasar siklus. Sementara itu, realized cap holder jangka pendek relatif tertahan di $215,9 miliar, sementara modal long-term holder terus menanjak.

Perbedaan itu penting karena menunjukkan lebih sedikit koin likuid yang berpindah ke tangan pemegang jangka pendek dibandingkan dengan modal yang ditanam long-term holder pada aset ini. Secara historis, ketika rasio ini mendekati atau melewati 4,0, hal itu bertepatan dengan pasar yang mendekati titik dasar dalam perilaku holder — meski rasio ini belum melewati batas tersebut pada siklus kali ini, dan para analis mengingatkan ini bukan sinyal dasar yang terjamin dengan sendirinya.

Funding Rate Menunjukkan Tekanan Bearish yang Mereda

Data derivatif menambah lapisan gambaran lain. Funding rate 30 hari di Binance telah pulih ke sekitar 17,9 setelah berada di teritori negatif sejak Maret hingga akhir Mei. Funding rate positif umumnya mengindikasikan tekanan bearish mulai mereda seiring pembeli menjadi lebih aktif di pasar futures perpetual.

Pergeseran serupa dari negatif ke positif pernah mendahului pergerakan naik yang besar sebelumnya — pola serupa muncul pada Desember 2022, tak lama sebelum pemulihan Bitcoin menuju $16.000, dan kembali terjadi pada September 2024 menjelang reli yang akhirnya mendorong aset ini melewati $100.000. Para analis cepat mengingatkan bahwa sejarah yang berulang bukan jaminan akan terulang kembali, tetapi pola ini tetap menjadi sesuatu yang terus dipantau ketat oleh trader.

Baca juga: Analis ARK: Kripto Masuki Fase Konsolidasi Terbesar Sepanjang Sejarah

Artinya bagi Pasar yang Lebih Luas

Secara keseluruhan, data ini menggambarkan pasar di mana aksi ambil untung dan akumulasi terjadi secara bersamaan, bukan saling menggantikan. Long-term holder yang menjual di tengah penguatan adalah perilaku wajar dalam tren naik, dan fakta bahwa modal holder jangka pendek relatif tertahan menunjukkan pembeli baru belum masuk dengan laju yang bisa menandakan euforia berlebihan atau puncak yang mendekat.

Untuk saat ini, tren kepemilikan yang lebih luas masih condong konstruktif: lebih sedikit koin likuid yang tersedia di exchange, modal long-term holder terus berkembang, dan funding rate mengindikasikan sentimen di kalangan trader berleverage sudah berbalik menjadi tidak sebearish sebelumnya di tahun ini.