Highlights

  • Peretas di balik drain sekitar $320 juta BTC dari Liquid Network kini menuntut Blockstream membayar bounty 10% dari dana perusahaan sendiri.
  • Pesan on-chain terbaru menuduh Blockstream hanya menghabiskan $1,5 juta untuk mengamankan aset senilai $5 miliar.
  • Peretas mengklaim jika tuntutan ditolak, pemegang dana akan rugi 15%, dan mengancam membocorkan private key terkait negosiasi sebelumnya.
  • Sekitar 600 BTC dari total curian masih belum dikembalikan setelah 3.400 BTC dikirim balik sebelumnya.

Drama seputar eksploitasi bitcoin senilai kurang lebih $320 juta di Liquid Network kembali memanas. Alih-alih cukup puas menyimpan dana yang sudah di tangan, si peretas kini mengarahkan tuntutan barunya langsung ke Blockstream. Dalam pesan on-chain terbaru, peretas menuduh Blockstream hanya menggelontorkan $1,5 juta untuk mengamankan wallet federasi yang menampung aset senilai kurang lebih $5 miliar — dan sekarang meminta perusahaan membayar bug bounty 10% dari kas mereka sendiri, permintaan yang berbeda dari sekadar mempertahankan sebagian bitcoin curian yang selama ini jadi inti kebuntuan negosiasi.

Sempat Kembalikan Sebagian, Kini Muncul Ultimatum Baru

Eksploitasi ini bermula pada 6 September, ketika sekitar 4.000 BTC milik jaringan — bernilai kira-kira $320 juta saat itu — raib dari wallet federasi Liquid, seperti dilaporkan CoinDesk saat peretas pertama kali mengklaim dirinya bertindak sebagai white-hat, bukan pencuri biasa. Klaim itu memicu negosiasi on-chain berhari-hari antara Blockstream dan peretas soal berapa banyak dana yang akan dikembalikan versus ditahan sebagai "bounty" informal atas jasa mengungkap kerentanan tersebut.

Senin lalu, peretas sudah mengirim balik sekitar 3.400 BTC ke Liquid, sembari menyimpan 598,5 BTC — senilai kira-kira $47 juta, atau sekitar 15% dari total curian — menurut laporan The Record. Itu menyisakan sekitar 600 BTC yang statusnya belum jelas, tanpa ada kesepakatan publik antara Blockstream dan peretas yang mengonfirmasi jumlah tertahan itu sebagai bounty resmi, bukan sekadar keputusan sepihak si peretas untuk menyimpan berapa pun yang ia mau. Pesan terbaru menambah dua eskalasi ke saldo yang belum tuntas ini: tuntutan eksplisit agar Blockstream membayar 10% dari dananya sendiri sebagai bounty — terpisah dari bitcoin curian yang masih dipegang peretas — dan ancaman membocorkan private key yang menurut peretas dibutuhkan untuk mendekripsi komunikasi negosiasi sebelumnya, jika tuntutan ini ditolak.

Kenapa Ancaman Ini Patut Diperhitungkan

Liquid Network adalah sidechain Bitcoin bikinan Blockstream yang dipakai sejumlah exchange untuk penyelesaian transfer BTC yang lebih cepat dan privat — artinya keamanan wallet federasinya berdampak langsung ke institusi yang menyalurkan dana lewat jaringan ini. Klaim peretas bahwa Blockstream hanya menghabiskan $1,5 juta untuk melindungi $5 miliar aset federasi — sekalipun angkanya tidak persis akurat — sudah menjadi topik utama dalam perselisihan ini, membingkai insiden ini sebagai kegagalan investasi keamanan, bukan eksploitasi canggih yang tak terhindarkan. Terlepas dari presisi angka tersebut, kesenjangan besar antara biaya keamanan yang diklaim dan nilai aset yang dipertaruhkan kemungkinan besar akan menarik perhatian mitra-mitra exchange Liquid, apa pun hasil akhir dari ultimatum spesifik ini. Liquid sudah beroperasi sejak 2018 sebagai salah satu sidechain Bitcoin dengan usia terpanjang, memberi exchange jalur penyelesaian yang lebih cepat dan privat dibanding transfer di mainnet; insiden sebesar ini di wallet federasi yang selama bertahun-tahun dipercaya institusi tentu menaikkan taruhan bagi setiap exchange yang masih menyalurkan BTC lewat jaringan ini selagi sengketa belum tuntas.

Baca juga: Peretas Liquid Network Kembalikan 3.400 BTC, Simpan $47 Juta Sebagai 'Bounty'

Apa yang Akan Terjadi Selanjutnya

Blockstream belum memberikan tanggapan publik atas tuntutan bounty 10% yang baru ini, dan jaringan masih berada dalam masa jeda pasca-drain awal. Ancaman pembocoran private key menambah urgensi: jika benar, ini bisa membuka detail negosiasi sebelumnya yang belum pernah dipublikasikan kedua pihak, berpotensi mempermalukan pihak mana pun yang terlihat lebih buruk dalam pertukaran itu. Hal-hal yang perlu diamati dalam waktu dekat adalah apakah Blockstream akan merespons tuntutan baru ini sama sekali, apakah sekitar 600 BTC yang masih tersisa akan diselesaikan secara resmi sebagai bounty yang dinegosiasikan atau tetap jadi sengketa, dan apakah private key yang diancam peretas benar-benar akan dirilis. Jaringan ini sejauh ini bertahan dalam sikap hati-hati yang sama sejak Liquid berhenti beroperasi usai drain awal $320 juta, dan sikap itu kemungkinan tidak akan berubah sampai persoalan bounty ini benar-benar tuntas.

FAQ

Apa yang sekarang dituntut peretas Liquid Network?
Peretas menuntut Blockstream membayar bug bounty 10% dari dana perusahaan sendiri, terpisah dari sekitar 598,5 BTC (kira-kira $47 juta) yang sudah ditahan dari total drain $320 juta.

Berapa banyak bitcoin yang awalnya dicuri?
Sekitar 4.000 BTC, bernilai kira-kira $320 juta saat itu, raib dari wallet federasi Liquid Network pada 6 September.

Berapa banyak yang sudah dikembalikan?
Peretas mengembalikan sekitar 3.400 BTC pada Senin setelah eksploitasi terjadi, sembari menahan sekitar 600 BTC — sekitar 15% dari total — tanpa kesepakatan bounty yang dikonfirmasi secara publik.

Apa yang terjadi jika Blockstream tidak membayar?
Peretas memperingatkan bahwa penolakan atas tuntutan baru ini akan membuat pemegang dana rugi 15%, dan mengancam membocorkan private key terkait komunikasi negosiasi sebelumnya.