Saham Meta Platforms ambruk 9,24% dalam semalam antara 29 dan 30 Juli, merosot dari $585,61 menjadi $531,50 dan menghapus sekitar $320 miliar dari kapitalisasi pasarnya. Penurunan ini membuat valuasi raksasa media sosial itu turun dari $1,67 triliun di akhir 2025 menjadi sekitar $1,35 triliun pada sesi pra-pasar Kamis, memperpanjang kerugian sepanjang tahun berjalan yang kini mencapai 18,28%.

Kejatuhan ini terjadi setelah Meta merilis hasil kuartal kedua 2026, di mana laba per saham tercatat $6,18, meleset dari ekspektasi $7,22 — selisih yang dianggap trader sebagai pemicu utama aksi jual. Pendapatan sebenarnya melampaui ekspektasi, mencapai $60,80 miliar dibanding proyeksi $60,17 miliar, namun itu tidak cukup untuk mengimbangi kekhawatiran lain dalam laporan tersebut.

Meta stock price one-day chart.
Image via https://finbold.com/feed/

Panduan dan Arus Kas Picu Kekhawatiran

Panduan (guidance) ke depan dari Meta justru menimbulkan kerusakan lebih besar dibanding selisih laba itu sendiri. Perusahaan memproyeksikan pendapatan kuartal ketiga di kisaran $61 miliar hingga $64 miliar, dengan titik tengah $62,5 miliar yang masih di bawah proyeksi analis sebesar $63,15 miliar. Kesenjangan panduan ini menandakan kepada investor bahwa pertumbuhan mungkin melambat justru saat belanja perusahaan makin membesar.

Arus kas bebas (free cash flow) menunjukkan cerita yang bahkan lebih suram. Metrik ini anjlok menjadi hanya $784 juta, turun tajam dari $8,5 miliar setahun sebelumnya — penurunan lebih dari 90% yang langsung menarik perhatian analis dalam sesi paparan laporan keuangan.

Belanja Modal Terus Meningkat

Memperparah kekhawatiran arus kas, Meta menaikkan proyeksi belanja modal tahunannya ke kisaran $130 miliar hingga $145 miliar, naik dari proyeksi sebelumnya $125 miliar hingga $145 miliar. Revisi ke atas ini menegaskan betapa besarnya dana yang terus digelontorkan perusahaan untuk infrastruktur AI meski arus kas bebas justru menyusut.

Pola ini mencerminkan tren yang lebih luas di seluruh raksasa teknologi pada musim laporan keuangan kali ini: pasar semakin tidak toleran terhadap belanja modal AI yang membengkak jika tidak diimbangi dengan penghasilan kas jangka pendek yang sepadan, dan laporan Meta memberi investor contoh nyata dari ketimpangan tersebut.

Dampaknya bagi Pasar yang Lebih Luas

Kejatuhan saham Meta menambah kegelisahan investor teknologi yang sepekan ini masih mencerna sinyal beragam dari laporan keuangan raksasa teknologi lainnya. Apakah saham ini akan stabil kemungkinan besar bergantung pada bagaimana perusahaan membingkai arah belanja AI-nya dibandingkan pertumbuhan pendapatan pada kuartal-kuartal mendatang.