Poin Utama
- Mahkamah Agung menegaskan presiden tidak bisa memecat Gubernur The Fed tanpa alasan yang jelas dan proses yang terdokumentasi, mementahkan upaya Trump memecat Lisa Cook.
- Cook, yang diangkat pada 2022, memegang kursi hingga 2038, menjadikan pemecatannya sebagai jalur paling langsung — tapi kini paling sulit.
- Kevin Warsh, yang diangkat Trump, sudah menggantikan Jerome Powell sebagai Ketua The Fed sejak Mei 2026.
- Masa jabatan Wakil Ketua Philip Jefferson berlangsung hingga 2027, membatasi seberapa cepat Trump bisa menempatkan penggantinya di sana.
- Pengunduran diri Presiden Fed Atlanta Raphael Bostic pada Februari meninggalkan kursi kosong yang masih diisi panitia pencari kandidat.
Pertarungan memperebutkan kendali atas komite kebijakan Federal Reserve masih jauh dari selesai, bahkan setelah upaya paling langsung Trump untuk merombaknya menemui jalan buntu. Menurut PANews, yang mengutip laporan Reuters, pemerintahan Trump belum menyerah dalam upayanya memecat Gubernur The Fed Lisa Cook, meski kampanye itu sudah membentur tembok di pengadilan tertinggi negara.
Cook, perempuan kulit hitam pertama yang menduduki dewan The Fed, diangkat Presiden Biden pada 2022 untuk masa jabatan hingga 2038. Pemerintahan Trump mengirim surat ancaman pemecatan atas tuduhan penipuan hipotek yang belum terbukti, dengan tenggat tiga minggu untuk menanggapinya. Mahkamah Agung memberi sinyal akan menghalangi langkah ini, menegaskan bahwa presiden tidak bisa memecat gubernur The Fed yang sedang menjabat tanpa alasan yang terdokumentasi dan proses yang jelas — putusan yang praktis menutup jalur tercepat untuk mengubah mayoritas suara di dewan.
Tiga Kartu Lain yang Masih Tersisa
Kasus Cook hanyalah satu dari empat front yang selama ini digarap Trump, menurut laporan tersebut. Kevin Warsh, yang diangkat Trump, sudah mengambil alih jabatan Ketua The Fed dari Jerome Powell sejak Mei 2026, menandai kartu paling berhasil dimainkan sejauh ini — meski nasib kursi Powell yang tersisa di dewan masih jadi pertanyaan terbuka yang bisa kembali memanas sewaktu-waktu. Wakil Ketua Philip Jefferson, yang dikonfirmasi untuk masa jabatan empat tahun pada September 2023, baru akan lengser pada 2027, artinya ruang gerak Trump untuk menempatkan sekutunya di sana masih sangat terbatas dalam waktu dekat kecuali Jefferson mundur lebih awal. Front keempat sifatnya regional, bukan di Washington: Presiden Fed Atlanta Raphael Bostic mengundurkan diri efektif 28 Februari 2026, dan sebuah panitia pencari kandidat masih bekerja menyaring calon penggantinya — kursi yang membawa hak suara bergilir di Komite Pasar Terbuka Federal yang menentukan suku bunga.
Kenapa Hitungan Suara Ini Penting Bagi Pasar
Tak satu pun dari empat kartu ini yang dengan sendirinya mengubah kebijakan The Fed, tapi jika digabungkan, semuanya menentukan komposisi komite yang menetapkan suku bunga — dan itulah persis alasan pasar mengamati manuver ini seketat mereka mengamati data inflasi. Dewan The Fed yang dianggap lebih responsif terhadap preferensi Gedung Putih soal suku bunga rendah cenderung mendukung aset berisiko secara luas, termasuk di tengah situasi global di mana bank sentral lain seperti Bank of Japan justru bergerak ke arah sebaliknya, menuju pengetatan. Divergensi jalur kebijakan yang diperkirakan antar bank sentral utama itu sendiri sudah menjadi tema trading tersendiri, terlepas dari apa yang terjadi di setiap pertemuan The Fed.
Baca juga: 57% Ekonom Kini Yakin BOJ Naikkan Suku Bunga September, Melonjak dari 5%
Yang Perlu Dipantau Selanjutnya
Keputusan panitia pencari kandidat Fed Atlanta menjadi katalis jangka pendek terdekat, karena presiden regional baru bisa saja dilantik jauh sebelum masa jabatan Jefferson berakhir atau ada kejelasan soal kursi Powell di dewan. Investor yang mengambil posisi berdasarkan ekspektasi kebijakan The Fed sebaiknya memantau penunjukan itu sebagai data point konkret pertama soal seberapa besar komposisi dewan benar-benar bergeser.
