Bitget memperkenalkan trading opsi pre-market pada 31 Juli, memberi pengguna akses ke pergerakan harga 45 saham dan ETF AS populer sebelum jam bursa reguler dimulai. Layanan ini berjalan Senin hingga Jumat pukul 4:00 hingga 9:30 pagi waktu ET, mendahului sesi trading standar pukul 9:30 pagi hingga 4:00 sore ET.
Peluncuran awal mencakup ETF indeks utama seperti SPY, QQQ, DIA, dan IWM, bersama saham individu seperti Tesla, Nvidia, Apple, Google, Meta, Microsoft, Amazon, AMD, Intel, dan Palantir. Nama lain dalam daftar ini termasuk Micron, TSM, Oracle, Netflix, Coinbase, Baba, UnitedHealth, dan Eli Lilly.
Memposisikan Diri Sebelum Bel Pembukaan
Bitget menjelaskan layanan ini memungkinkan pengguna “menyesuaikan posisi, menangkap peluang harga, dan melakukan hedging terhadap risiko opening-gap sebelum sesi pasar reguler dimulai.” Trading pre-market secara tradisional menjadi ranah investor institusional dan broker yang menawarkan akses jam diperpanjang, sehingga menghadirkan kemampuan ini ke platform crypto exchange memperluas akses tersebut ke basis pengguna ritel yang lebih luas dan sudah aktif di aset digital.
Baca juga: Bitget Listing Saham Tokenisasi Jersey Mike's di $21, di Bawah IPO
Bursa ini mengoperasikan layanan tersebut sebagai pengaturan kuotasi dan pencocokan jam diperpanjang yang dijalankan bersama market maker, dan secara eksplisit menyebutkan bahwa layanan ini bukan bagian dari sesi trading resmi bursa. Order dialihkan ke buku order market maker alih-alih ditampilkan di order book publik, yang dapat memengaruhi eksekusi dibandingkan trading pada jam reguler.
Trade-Off bagi Trader yang Bergerak Lebih Awal
Bitget menandai beberapa keterbatasan yang menyertai jendela pre-market ini: short selling tidak diizinkan selama jam tersebut, dan likuiditas cenderung lebih tipis, yang dapat memperlebar bid-ask spread dibandingkan sesi reguler. Struktur biaya yang sama seperti pada jam trading normal juga berlaku untuk aktivitas pre-market, menurut keterangan bursa.