Bybit telah masuk dalam daftar World's Top Fintech Companies 2026 versi CNBC, menempatkan exchange ini dalam kategori Digital Assets dari sebuah pemeringkatan yang disusun bersama firma riset pasar Statista. Daftar tahunan ini mengakui 500 perusahaan fintech terkemuka di delapan segmen industri, dipilih dari sekitar 3.500 perusahaan yang dievaluasi melalui apa yang disebut CNBC dan Statista sebagai model penilaian gabungan yang menimbang performa bisnis secara keseluruhan bersama indikator kinerja utama spesifik kategori.
Bybit, yang mendeskripsikan dirinya sebagai exchange cryptocurrency terbesar kedua di dunia berdasarkan volume trading, menyebutkan kini melayani lebih dari 80 juta pengguna di seluruh dunia. Perusahaan ini mengandalkan skala tersebut sebagai bukti pergeseran dari sekadar exchange kripto menjadi platform finansial yang lebih luas, menunjuk ekspansi ke aset tokenisasi seperti xStocks dan IPO Express, alat trading bertenaga AI, dan layanan Web3 di samping bisnis trading utamanya.
Bagian dari Dorongan Legitimasi yang Lebih Luas
Pengakuan dari CNBC ini menyusul masuknya Bybit dalam daftar perdana Fortune Crypto 100, di mana mereka ditempatkan dalam kategori CeFi — kelompok yang oleh Fortune didefinisikan sebagai perusahaan crypto-first, termasuk exchange, pemberi pinjaman, dan kustodian, yang menangani, menyimpan, atau memperdagangkan aset digital. Digabungkan, kedua penempatan ini mencerminkan pola umum di kalangan exchange besar tahun ini: memadukan metrik pertumbuhan dengan pengakuan dari media keuangan arus utama sebagai cara untuk menunjukkan kematangan kepada pengguna institusional dan regulator.
Posisi ini diperkuat oleh jejak regulasi Bybit. Perusahaan ini memegang lisensi Virtual Asset Platform Operator dari UAE Securities and Commodities Authority, serta lisensi Markets in Crypto-Assets Regulation dari otoritas keuangan Austria — kredensial yang semakin sering dijadikan pembeda oleh exchange seiring pengetatan regulasi kripto global.
Sektor yang Tumbuh Pesat
Industri fintech yang lebih luas yang disurvei dalam daftar CNBC ini mencatat tahun 2025 yang kuat dari sisi pendapatan. Berdasarkan data yang dikutip bersama pemeringkatan ini, sektor fintech global menghasilkan sekitar $650 miliar pendapatan pada 2025, naik 21% dari tahun sebelumnya — pertumbuhan yang mencakup perusahaan pembayaran dan pinjaman tradisional maupun exchange aset digital yang kini bersaing memperebutkan bagian dari pemeringkatan yang sama. Kemunculan Bybit dalam daftar ini bersama nama-nama fintech mapan menunjukkan bahwa CNBC dan Statista memperlakukan exchange kripto sebagai kategori arus utama dalam fintech, bukan sebagai sektor niche yang terpisah.