Co-founder Gemini, Cameron Winklevoss, menyatakan bahwa era AI trade telah berakhir, dan ia ingin modal berotasi ke dua aset kripto tertentu seiring dampaknya menyebar di pasar ekuitas global.

Aksi Jual Kospi yang Memicunya

Pemicunya adalah sesi perdagangan yang brutal di Korea Selatan, di mana indeks Kospi anjlok 10,84% akibat kekhawatiran terhadap sektor chip China yang merambat ke pasar Asia. Produsen chip menanggung dampak paling berat dari aksi jual ini, yang menjadi sinyal terbaru bahwa investor mulai mempertimbangkan ulang seberapa besar mereka telah menempatkan dana pada saham-saham terkait AI selama beberapa kuartal terakhir.

KOSPI Index Performance. Source: Google Finance
Image via BeInCrypto

Alasan Winklevoss Memilih Bitcoin dan Zcash

Menanggapi aksi jual tersebut di X, Winklevoss berpendapat bahwa momen ini menuntut pergeseran total menjauh dari aset-aset yang terkait AI.

AI trade sudah berakhir. Segunung modal sedang mencari tempat berlindung yang aman. Saatnya berotasi kembali ke uang terkeras di alam semesta: bitcoin dan Zcash.

Kerangka berpikir ini bersandar pada tesis yang sudah lama diusung Winklevoss: bahwa pasokan Bitcoin yang tetap dan desain Zcash yang berfokus pada privasi menjadikan keduanya tujuan alami bagi modal yang kabur dari sudut-sudut pasar yang lebih spekulatif begitu sebuah tren populer mulai berbalik.

Ujian bagi Narasi Safe Haven

Apakah kripto benar-benar berperilaku sebagai safe haven selama aksi jual pasar saham masih jauh dari kepastian, dan episode-episode tekanan pasar saham sebelumnya sering kali justru menyeret turun aset digital bersama aset berisiko lainnya, bukan mengangkatnya. Meski begitu, dengan kejatuhan Kospi yang dipicu sektor chip kini merembes ke sentimen yang lebih luas, seruan Winklevoss memberi trader sebuah tesis konkret untuk diuji terhadap pergerakan harga dalam beberapa hari mendatang.