Ketika diminta memodelkan risiko penurunan XRP, ChatGPT memberi probabilitas 12% token ini jatuh ke $0,50 pada akhir 2026, naik menjadi 30% pada akhir 2027, dan 40% pada akhir 2028 — yang berarti peluang XRP sama sekali tidak menyentuh level tersebut dalam tiga tahun ke depan berada di kisaran 60%. Penurunan ke $0,50 akan menandai anjlok lebih dari 50% dari posisi XRP saat itu, yakni sekitar $1,04 hingga $1,05.
Logika model ini bertumpu pada campuran pola historis dan kondisi teknikal terkini. ChatGPT menunjuk fakta bahwa altcoin biasanya kehilangan 50% hingga 80% nilainya saat bear market melanda secara luas, dan menandai bahwa koreksi 30-40% pada Bitcoin saja sudah cukup untuk menyeret XRP turun bersamanya. Secara chart, XRP saat ini diperdagangkan di bawah rata-rata pergerakan 50 hari sebesar $1,09 maupun rata-rata 200 hari sebesar $1,33, dengan RSI 14 hari di angka 34,85 dan mulai mendekati zona oversold. Jika level support $1,00 jebol, model tersebut mencatat, jalan menuju $0,90 lalu $0,75 bisa terbuka dengan cepat.

Argumen Fundamental di Balik Kewaspadaan
Di luar chart, model ini juga menyoroti melambatnya adopsi institusional dan melemahnya volume transaksi on-chain sebagai alasan untuk skeptis terhadap arah XRP dalam jangka menengah. Ada pula kekhawatiran yang lebih struktural: pertumbuhan penggunaan XRP Ledger itu sendiri belum tentu berbanding lurus dengan permintaan terhadap token XRP, dan adopsi aset dunia nyata yang ditokenisasi di jaringan ini sejauh ini masih di bawah ekspektasi para bull. Agar prospek jangka pendeknya membaik, model tersebut menyarankan XRP perlu merebut kembali zona $1,08 hingga $1,12 — level yang belakangan sulit dipertahankan lebih dari sebentar saja.
Baca juga: RSI SHIB Sentuh Netral 52, Trader Pantau Tembok $0,000005
Seberapa Layak Prediksi Harga dari Chatbot Dipercaya?
Judul berita yang dibangun dari hasil meminta chatbot serba guna memprediksi harga aset kini jadi semacam genre tersendiri, padahal alat-alat ini sama sekali tidak dirancang untuk pekerjaan itu. Pengujian terhadap ChatGPT, Gemini, dan Claude untuk prediksi harga Bitcoin menemukan bahwa chatbot serba guna tidak menjalankan model finansial secara real-time saat mengeluarkan sebuah angka — mereka melakukan pattern-matching terhadap data training dan bernalar berdasarkan konteks yang diberikan, sebuah proses yang jauh berbeda dari sistem sentimen dan pengenalan pola khusus yang menurut sejumlah riset mampu mencapai akurasi arah 55-65% pada cryptocurrency-cryptocurrency utama. Itu pun cuma keunggulan tipis dibanding lempar koin, dan itu berlaku untuk alat yang memang dirancang khusus untuk tugas tersebut, bukan asisten chat yang diminta memberi angka secara spontan.
Bukan berarti skenario XRP dari ChatGPT ini tidak berarti sama sekali — logika di baliknya soal penurunan saat bear market dan breakdown teknikal di bawah $1 sejalan dengan cara trader sudah membingkai risiko ini, seperti tercermin dari taruhan di prediction market soal XRP menguji ulang level psikologis $1 bulan ini. Tapi angka-angka probabilitas spesifiknya lebih layak diperlakukan sebagai tebakan terstruktur ketimbang forecast sungguhan, mengingat alat yang menghasilkannya memang bukan dibangun untuk menilai harga aset sejak awal.