Sebelas tahun lalu, tepat pada 30 Juli 2015, blockchain Ethereum resmi diluncurkan lewat rilis pertamanya yang diberi kode nama "Frontier". Tim pendiri menambang genesis block jaringan pada hari itu, menandai lahirnya apa yang kelak menjadi platform smart contract terbesar di industri ini. Sejumlah exchange, termasuk MEXC, turut merayakan hari jadi ini di X dengan salah satu unggahan yang berbunyi: "11 years, still building. Happy Birthday @ethereum."

Genesis block itu sendiri merupakan bagian kecil dari sejarah blockchain yang punya nilai tersendiri. Blok ini memuat 8.893 transaksi yang mengalokasikan Ether ke alamat-alamat awal, dan ditambang pada pukul 15:26 UTC di hari peluncuran — momen ketika riwayat transaksi jaringan mulai tercatat.

Ethereum Turns 11: A Look Back at the Network's Founding Genesis Block
Image via @MEXC on X

Perjalanan Menuju Peluncuran

Debut publik Ethereum didahului oleh penjualan token yang berlangsung hampir setahun sebelumnya. Initial coin offering proyek ini digelar dari 22 Juli hingga 2 September 2014, menerima Bitcoin sebagai penukar Ether dengan kurs awal 1 BTC untuk 2.000 ETH. Penjualan tersebut berhasil mengumpulkan sekitar 31.000 BTC, senilai kurang lebih $18 juta pada saat itu, yang mendanai pengembangan hingga akhirnya Frontier diluncurkan pada musim panas tahun berikutnya.

Ethereum Foundation, organisasi nirlaba yang berbasis di Swiss, mengoordinasikan sebagian besar pengembangan dan penataan komunitas menjelang peluncuran, sebuah struktur yang hingga kini masih membentuk cara pendanaan dan arah pengembangan protokol inti jaringan.

Apa yang Sebenarnya Berubah Sejak Peluncuran

Kehadiran Ethereum memperkenalkan smart contract kepada khalayak blockchain arus utama untuk pertama kalinya — kode yang bisa mengeksekusi dirinya sendiri di jaringan terdesentralisasi tanpa operator sentral. Kemampuan tunggal ini menjadi fondasi bagi decentralized finance, NFT, decentralized autonomous organization, dan sebagian besar ekosistem Web3 yang lebih luas yang eksis hari ini, yang semuanya bisa ditelusuri akar teknisnya kembali ke virtual machine yang diperkenalkan Ethereum sejak awal.

Sebelas tahun dan beberapa upgrade besar kemudian — termasuk peralihan dari proof-of-work ke proof-of-stake — premis inti jaringan dari genesis block pertama itu tetap tidak berubah: sebuah buku besar bersama yang dapat diprogram, yang tidak bergantung pada satu perusahaan atau institusi tunggal untuk terus berjalan.