Trader derivatif menarik diri dari XRP dengan laju yang belum pernah terjadi lebih dari setahun terakhir. Open interest di Binance — total nilai kontrak futures XRP yang belum diselesaikan — turun menjadi $369.657.870 pada 29 Juli 2026, menurut data yang dikutip Finbold. Angka ini merupakan yang terendah sejak 14 November 2024, saat open interest berada di $401.803.784.
Penurunan ini terbilang tajam dari sisi manapun. Sejak 21 Juli 2025, open interest XRP di Binance telah anjlok sekitar $1,33 miliar, penurunan sebesar 78,28%. Jika dilihat dari seluruh exchange, total open interest futures XRP telah turun dari sekitar $3,9 miliar menjadi sekitar $784 juta dalam periode yang sama — penurunan yang menghapus sebagian besar posisi leverage yang sempat terbentuk di sekitar token ini.

Harga Mengikuti Penurunan Posisi
Pelepasan posisi di pasar futures ini sejalan dengan penurunan yang lebih luas pada harga spot XRP, yang telah anjlok lebih dari 65% dalam dua belas bulan terakhir. XRP diperdagangkan di $1,08 pada saat laporan ini dibuat, naik tipis 0,52% dalam sehari — kenaikan kecil yang nyaris tidak mengimbangi skala penurunan yang berlangsung setahun penuh.
Ke Mana Modal Mengalir
Para analis menunjuk rotasi modal yang menjauh dari derivatif kripto menuju saham kecerdasan buatan (AI) sebagai pendorong utama pelemahan ini. Dengan sentimen bearish yang terus bertahan di pasar altcoin, trader tampak mengurangi eksposur leverage mereka terhadap XRP alih-alih menambahnya, meski harga spot sudah sedikit stabil dalam beberapa sesi terakhir.
Menyusutnya basis open interest bisa berdampak dua arah terhadap volatilitas ke depan: leverage yang lebih rendah dalam sistem berarti lebih sedikit likuidasi paksa saat terjadi pergerakan tajam, tetapi ini juga menandakan bahwa keyakinan di kalangan trader derivatif — yang sejak lama menjadi barometer selera spekulatif terhadap XRP — masih terus melemah.