Investor yang membeli saham SpaceX (NASDAQ: SPCX) di awal Juli 2026 menyaksikan bulan yang berat. Dana $10.000 yang dibelikan pada harga rata-rata masuk 1 Juli sebesar $157,54 per saham kini hanya bernilai $7.122 pada penutupan perdagangan 31 Juli, sebuah kerugian di atas kertas sebesar $2.878.
Penurunan saham sebesar 28,78% sepanjang Juli menandai salah satu penurunan bulanan paling tajam sejak SpaceX mulai diperdagangkan secara publik. Saham tersebut berpindah tangan di $112,20 pada 31 Juli, level yang berada 16,89% di bawah harga IPO perusahaan sebesar $135 dan jauh dari level tertinggi sepanjang masa di $225,64 yang dicapai lebih awal dalam sejarah perdagangan saham ini yang masih singkat.

Dari Rekor Tertinggi ke Reality Check
SpaceX melantai di pasar publik dengan valuasi awal $1,77 triliun, dan sahamnya sempat diperdagangkan setinggi $225,64 sebelum sentimen berbalik. Saham tersebut sejak itu sempat jatuh serendah $107,01, artinya harga saat ini di $112,20 hanya berada sedikit di atas titik terendah sepanjang masanya. Penurunan ini semakin cepat pada pertengahan Juni dan berlanjut hingga Juli, menghapus sebagian besar antusiasme yang menyambut IPO tersebut.
Kuartal Pertama yang Belum Untung
Yang mendasari penurunan ini adalah gambaran finansial yang belum berhasil meyakinkan investor yang skeptis. SpaceX melaporkan pendapatan kuartal pertama sebesar $4,7 miliar namun masih belum profit, kombinasi yang membuat sahamnya rentan terhadap pergerakan risk-off yang lebih luas pada saham-saham pertumbuhan dan pra-profit.
Laporan Laba dan Unlock Insider yang Menanti
Katalis besar berikutnya datang pada 4 Agustus, saat SpaceX dijadwalkan melaporkan laba kuartalan pertamanya sebagai perusahaan publik. Hasil tersebut akan dicermati ketat bukan hanya untuk tren pendapatan dan margin, tetapi juga karena mendahului jendela unlock insider pertama sahamnya, yang biasanya menambah tekanan jual seiring pemegang saham awal menjadi bebas untuk melakukan trading.
Untuk saat ini, hitung-hitungannya jelas: taruhan $10.000 yang ditempatkan di awal Juli telah menyusut lebih dari seperempat dalam waktu satu bulan, menegaskan betapa volatilnya saham yang baru saja go public dengan valuasi tinggi bahkan sebelum perusahaan mencatatkan profit.