Tron Inc. memperluas treasury TRX korporatnya hingga tembus 709,1 juta token setelah mengakuisisi tambahan 150.842 TRX, melanjutkan pola akumulasi bertahap yang sudah dijalankan perusahaan yang tercatat di Nasdaq ini selama berbulan-bulan.

Pembelian ini merupakan yang terbaru dari serangkaian penambahan kecil, bukan satu pembelian besar sekaligus — menyusul langkah serupa awal bulan ini yang mendorong kepemilikan perusahaan melewati 705 juta token, menurut laporan yang melacak pembelian treasury Tron Inc.

Tron Inc. Grows TRX Treasury Past 709 Million Tokens
Image via @BitrueOfficial on X

Strategi Berbeda dari Treasury Bitcoin

Pendekatan Tron Inc. ini meniru model treasury aset digital korporat yang dipopulerkan oleh perusahaan-perusahaan berbasis bitcoin, namun diterapkan pada satu altcoin, bukan kripto terbesar di pasar. Jika perusahaan yang mengejar treasury bitcoin umumnya bertaruh pada kelangkaan dan permintaan penyimpan nilai jangka panjang, treasury yang berfokus pada TRX justru lebih terkait langsung dengan penggunaan jaringan Tron itu sendiri, yang tetap menjadi salah satu jalur penyelesaian transfer stablecoin terbesar.

Baca juga: Tether Cetak Lagi 1 Miliar USDT di Tron, Suplai Tembus 91 Miliar

Tumbuh Bersama Pertumbuhan Jaringan

Akumulasi yang konsisten ini terjadi seiring aktivitas stablecoin di jaringan Tron yang terus berkembang, dengan suplai USDT di jaringan tersebut melampaui angka 91 miliar tahun ini, mengukuhkan posisi Tron sebagai salah satu lapisan penyelesaian tersibuk di dunia kripto. Strategi treasury berbasis TRX ini memberi Tron Inc. eksposur langsung terhadap pertumbuhan tersebut, mengaitkan neraca perusahaan dengan permintaan transaksi di jaringan, bukan semata-mata kenaikan harga TRX.

Bagian dari Persaingan Ketat Treasury Aset Digital

Tron Inc. adalah satu dari semakin banyak perusahaan publik yang mengadopsi strategi treasury aset digital dalam dua tahun terakhir, sebuah tren yang kini meluas jauh melampaui bitcoin hingga mencakup Ethereum, Solana, dan kini TRX. Pendekatan ini memungkinkan investor pasar publik memperoleh eksposur terhadap harga dan aktivitas jaringan token tertentu lewat saham yang teregulasi, tanpa harus memegang aset itu secara langsung — meski itu juga berarti saham perusahaan kini menanggung volatilitas yang sama dengan token yang mendasarinya.