Highlights
- Presiden Trump mengancam lewat Truth Social akan menghentikan perdagangan dengan negara-negara yang punya defisit dagang dengan AS, kecuali The Fed memangkas suku bunga.
- Ancaman ini muncul setelah data payroll Agustus menunjukkan penambahan 162.000 pekerjaan, melampaui perkiraan.
- Trump melontarkan larangan total perdagangan dengan Kanada sebagai contoh konkret, mengaku bisa bertindak hanya dengan satu goresan pena.
- Ia menujukan tuntutan itu langsung ke Ketua The Fed Kevin Warsh, mendesak bank sentral untuk pintar dan jadi patriot.
Presiden Trump meningkatkan tekanannya terhadap Federal Reserve pada 4 September, menulis di Truth Social bahwa ia akan menghentikan perdagangan dengan negara-negara yang punya defisit dagang dengan Amerika Serikat kecuali bank sentral memangkas suku bunga. Trump menulis, dalam kata-katanya sendiri, agar suku bunga diturunkan atau ia akan menghentikan perdagangan dengan negara-negara yang punya defisit dengan AS, dengan alasan suku bunga tinggi menempatkan negaranya pada posisi yang sangat tidak menguntungkan. Unggahan itu muncul langsung sebagai respons atas laporan pekerjaan Agustus yang lebih kuat dari perkiraan, menunjukkan penambahan 162.000 posisi, angka yang tampaknya dipandang Trump sebagai bukti bahwa ekonomi bisa menanggung, dan karena itu layak mendapat, biaya pinjaman yang lebih rendah.
Seruan Langsung kepada Ketua The Fed
Trump menujukan pernyataannya secara spesifik kepada Ketua Federal Reserve Kevin Warsh dan anggota komite kebijakan moneter lainnya, meminta mereka untuk pintar dan jadi patriot dalam unggahan yang sama. Berbicara kepada wartawan di Ruang Oval setelahnya, CNBC melaporkan Trump mengatakan ia tidak berkewajiban membiarkan perdagangan dengan negara mana pun terus berlanjut, dan melontarkan larangan total perdagangan dengan Kanada khususnya sebagai contoh konkret dari leverage yang ia yakini dimilikinya. Ia berargumen bahwa embargo dagang penuh bisa terbukti lebih ampuh ketimbang tarif sebagai alat negosiasi, dan mengklaim bisa menerapkannya, dalam istilahnya sendiri, dengan satu goresan pena, tanpa perlu langkah legislatif atau prosedural lebih lanjut. Mengaitkan kebijakan dagang secara langsung dengan tuntutan kepada bank sentral menandai eskalasi yang cukup mencolok, melampaui kritik publik Trump sebelumnya terhadap para pejabat The Fed soal laju pemangkasan suku bunga, yang sejauh ini belum sampai mengancam tindakan balasan konkret terhadap negara ketiga.
Kenapa Ini Penting di Luar Retorika
Federal Reserve dirancang untuk beroperasi independen dari Gedung Putih justru untuk mencegah tekanan politik mendistorsi kebijakan moneter, dan bank sentral itu telah menahan suku bunga sepanjang 2026 sembari terus berupaya membawa inflasi yang persisten kembali ke target. Ancaman Trump ini adalah yang terbaru dari pola tekanan yang lebih luas terhadap lembaga tersebut, menyusul dorongannya yang terpisah, sebagaimana diuraikan dalam laporan bahwa Trump masih memegang empat kartu untuk merombak tim penentu suku bunga The Fed, untuk memengaruhi kebijakan moneter lewat perubahan personel, bukan sekadar tuntutan langsung. Yang krusial, Trump punya rekam jejak menindaklanjuti ancaman dagangnya, bukan sekadar teater negosiasi, seperti terlihat dari gagalnya perundingan dagang AS-Kanada setelah tarif 50% benar-benar diberlakukan awal tahun ini, yang membuat pasar punya alasan untuk menanggapi ancaman terbaru soal Kanada ini lebih serius ketimbang sekadar pernyataan retoris.
Bagi kripto dan pasar berisiko yang lebih luas, ancaman terhadap independensi The Fed dan eskalasi perang dagang yang kembali memanas cenderung bergerak ke dua arah berlawanan secara bersamaan: tekanan yang pada akhirnya memaksa pemangkasan suku bunga biasanya dibaca sebagai sinyal bullish untuk aset berisiko termasuk Bitcoin, sementara embargo dagang sungguhan dengan mitra besar seperti Kanada akan memunculkan ketidakpastian makro baru dan bisa menekan dolar serta kondisi finansial secara lebih luas dengan cara yang lebih sulit diprediksi. Pasar semakin sering memperlakukan setiap tanda erosi independensi The Fed sebagai sinyal yang cenderung mendukung emas, dan kadang-kadang Bitcoin, sebagai penyimpan nilai alternatif di luar kendali politik langsung, bahkan ketika retorika yang sama memperumit prospek inflasi dan dagang jangka pendek.
Yang Perlu Diperhatikan
Sinyal jangka pendek paling langsung adalah apakah pertemuan kebijakan Federal Reserve berikutnya menunjukkan pergeseran nada di bawah tekanan ini, dan apakah Trump akan menindaklanjuti ancaman Kanada dengan tindakan dagang konkret alih-alih membiarkannya tetap sebatas retorika, seperti yang terjadi pada sebagian pernyataannya di masa lalu namun tidak pada yang lain. Pasar mata uang dan suku bunga kemungkinan akan bergerak pada setiap tanda bahwa Warsh atau pejabat The Fed lainnya merespons tekanan politik ini, sementara tindakan dagang formal terhadap Kanada atau negara defisit lainnya akan menandai eskalasi signifikan melampaui pernyataan 4 September.
Baca juga: Trump Masih Punya Empat Cara Rombak Dewan Suku Bunga The Fed
FAQ
Apa sebenarnya yang diancam Trump?
Trump mengatakan di Truth Social bahwa ia akan menghentikan perdagangan dengan negara-negara yang punya defisit dagang dengan AS kecuali Federal Reserve memangkas suku bunga, khususnya menyebut Kanada sebagai target potensial untuk penghentian dagang total.
Kenapa Trump melontarkan ancaman ini sekarang?
Unggahan itu muncul setelah laporan pekerjaan Agustus menunjukkan penambahan 162.000 posisi, melampaui perkiraan, yang dikutip Trump sebagai bukti ekonomi bisa menanggung suku bunga yang lebih rendah.
Kepada siapa Trump menujukan tuntutannya?
Ia menujukan langsung kepada Ketua Federal Reserve, Kevin Warsh, dan komite kebijakan moneter bank sentral, meminta mereka untuk pintar dan jadi patriot.
Apakah Trump pernah menindaklanjuti ancaman dagang serupa sebelumnya?
Ya. Perundingan dagang dengan Kanada sebelumnya gagal setelah pemerintahan Trump membiarkan tarif 50% atas barang Kanada diberlakukan, menunjukkan ancaman dagangnya tidak sekadar retorika.
