Nilai pasar Apple sempat menembus ambang $5 triliun pada Selasa, 28 Juli 2026, menjadikannya perusahaan kedua dalam sejarah yang mencapai milestone tersebut setelah Nvidia. Saham Apple sempat naik hingga $342,89 dalam sesi perdagangan, mendorong kapitalisasi pasar produsen iPhone ini ke sekitar $5,036 triliun — level yang dicapai kurang dari setahun setelah Apple pertama kali menembus $4 triliun pada Oktober 2025.
Reli ini terutama didorong oleh penjualan iPhone yang kuat, dengan saham Apple naik sekitar 24% sepanjang tahun berjalan dan hampir 60% dalam 12 bulan terakhir. Bagi trader di platform yang menawarkan saham tertokenisasi, milestone ini kembali menarik perhatian pada produk seperti AAPLON, versi tertokenisasi dari saham Apple yang ditawarkan oleh exchange seperti Bitrue, yang memungkinkan pengguna crypto-native mendapatkan eksposur ke saham tersebut tanpa perlu akun brokerage tradisional.
Laporan Earnings Amazon Menanti Kamis Ini
Perhatian kini beralih ke Amazon, yang dijadwalkan merilis laporan keuangan kuartal kedua 2026 pada Kamis, 30 Juli. Konsensus Wall Street memperkirakan laba sebesar $1,82 per saham, naik dari $1,68 setahun sebelumnya, dengan pendapatan sekitar $196,7 miliar. Sebagian besar optimisme ini bertumpu pada percepatan pertumbuhan Amazon Web Services, yang tumbuh 28% year-over-year pada kuartal pertama 2026 — laju tercepat dalam lima belas kuartal — didorong oleh permintaan infrastruktur pelatihan dan inferensi AI.
Namun tidak semua sinyal jelang laporan ini positif. Saham Amazon telah turun sekitar 11% dalam tiga bulan terakhir di tengah kekhawatiran investor soal skala belanja infrastruktur AI perusahaan, dan pertanyaan masih tersisa soal apakah belanja modal yang tinggi ini benar-benar berbanding lurus dengan hasil yang didapat. Produk saham tertokenisasi seperti AMZNON memberi trader cara untuk memposisikan diri langsung terhadap volatilitas earnings ini di exchange kripto.
Baca juga: Saham Robinhood Turun 4% Meski Earnings Q2 Lampaui Estimasi
Mengapa Saham Tertokenisasi Kini Menyita Perhatian
Pertemuan antara milestone valuasi historis Apple dan laporan earnings Amazon yang berisiko tinggi menempatkan sorotan pada saham tertokenisasi sebagai sebuah kategori. Produk-produk ini, yang mencerminkan harga saham yang mendasarinya namun diperdagangkan di jalur kripto, semakin populer seiring exchange berupaya menawarkan eksposur ke pasar tradisional kepada pengguna bersamaan dengan aset digital — memungkinkan trader bereaksi terhadap peristiwa seperti tembusnya kapitalisasi pasar $5 triliun atau earnings beat tanpa perlu akun brokerage terpisah.
Apakah eksposur ini akan tetap menarik sangat bergantung pada bagaimana angka Amazon pada Kamis nanti akan direspons pasar. Cetakan AWS yang kuat bisa memperkuat narasi infrastruktur AI yang telah mendorong sebagian besar reli teknologi tahun ini; sebaliknya, hasil yang mengecewakan dipadukan dengan pelemahan saham dalam tiga bulan terakhir bisa menambah tekanan menjelang Agustus.