Highlights

  • Bitcoin turun ke bawah $76.500, melemah sekitar 1% dalam sehari dan sekitar 3% dalam sepekan terakhir, setelah AS kembali melancarkan serangan ke target-target Iran.
  • Harga minyak Brent melonjak melewati $93 per barel dan WTI mendekati $90, mendorong yield Treasury 10 tahun AS naik ke arah 4,8%.
  • Data Coinglass yang dikutip PANews menunjukkan volume taker sisi short berada di sekitar 51,5% dari total transaksi 24 jam terakhir, dengan open interest bertahan di dekat 700.000 BTC — sinyal kehati-hatian, bukan lonjakan leverage baru yang agresif.
  • Trader di pasar prediksi Kalshi masih memasang harga bitcoin bisa mencapai $82.000 bulan ini, pandangan yang berseberangan dengan aksi jual akibat penghindaran risiko saat ini.

Bitcoin turun di bawah $76.500 pada 2 September 2026, setelah Amerika Serikat kembali melancarkan serangan ke sejumlah target Iran, yang memicu kekhawatiran baru soal gangguan pelayaran di Selat Hormuz dan mendorong harga minyak melonjak tajam. CoinDesk melaporkan, mengutip PANews, bahwa harga minyak Brent menembus $93 per barel dan WTI mendekati $90, menandai eskalasi terbaru antara kedua negara sejak ketegangan serupa meletus akhir Juli lalu.

Lonjakan harga minyak ini langsung merembet ke pasar obligasi, mendorong yield Treasury 10 tahun AS naik ke arah 4,8% seiring investor memperhitungkan risiko inflasi yang lebih lengket akibat biaya energi yang membengkak. Kombinasi guncangan geopolitik dan pergerakan yield ini cukup untuk menekan bitcoin turun sekitar 1% dalam sehari dan sekitar 3% dalam sepekan terakhir, meski aset ini sebenarnya sedang menuju salah satu bulan terkuatnya tahun ini. Data derivatif Coinglass yang dikutip dalam laporan tersebut menunjukkan volume taker sisi short berada di sekitar 51,5% dari total transaksi 24 jam terakhir — kecenderungan bearish yang moderat, bukan aksi buru-buru keluar pasar.

a bitcoin sitting on top of a red cloth
Photo by Traxer on Unsplash

Leverage Tetap Terkendali

Total open interest kontrak futures bertahan di dekat 700.000 BTC sepanjang pergerakan ini, level yang konsisten dengan pekan-pekan sebelumnya, bukan tanda leverage baru yang menumpuk di salah satu sisi. Open interest futures ether justru sedikit naik meski harga ETH melemah, yang oleh trader dibaca sebagai akumulasi posisi short, bukan aksi jual panik. Di sisi lain pasar derivatif, UNI melanjutkan reli belakangan ini sementara posisi short TRX tetap padat, dan volatilitas implisit baik bitcoin maupun ether mereda kembali ke level sebelum aksi jual — bukti bahwa pasar memperlakukan serangan ini sebagai berita geopolitik untuk ditradingkan, bukan alasan untuk menurunkan risiko secara luas.

Baca juga: Harga Minyak Tembus $91 Usai AS Serang Target Iran Dekat Selat Hormuz

Pasar yang Terbelah: Spot Turun, Sebagian Taruhan Tetap Bullish

Namun tidak semua sisi pasar berubah defensif. Data pasar prediksi yang disorot Whale Insider menunjukkan trader Kalshi masih memberi peluang signifikan bagi bitcoin untuk mencapai $82.000 sebelum bulan ini berakhir — proyeksi yang bertolak belakang dengan harga spot yang baru saja jatuh di bawah $76.500 pada hari yang sama. Perbedaan pandangan semacam ini lazim terjadi pada koreksi yang dipicu geopolitik: trader menganggap penurunan ini sebagai sesuatu yang didorong peristiwa tertentu dan bisa berbalik, bukan perubahan tren fundamental bitcoin, apalagi lonjakan yield akibat harga minyak secara historis terbukti tidak bertahan lama begitu ketegangan mereda.

Yang Perlu Diperhatikan Selanjutnya

Sinyal berikutnya yang perlu diperhatikan adalah apakah harga minyak bertahan di atas $90 hingga pekan depan, yang akan terus menekan yield Treasury dan pada gilirannya aset berisiko termasuk bitcoin. Jika ketegangan Iran mereda, atau harga minyak mentah melandai, bitcoin kemungkinan bisa kembali menguji level yang lebih tinggi dengan cepat mengingat leverage yang masih terkendali; sebaliknya, eskalasi lebih lanjut berisiko memicu penurunan yang lebih dalam akibat tekanan yield, bukan sekadar koreksi dangkal seperti yang terlihat sejauh ini.

FAQ

Mengapa bitcoin turun setelah serangan AS ke Iran?
Serangan tersebut mendorong harga minyak melonjak tajam, yang pada gilirannya menaikkan yield Treasury akibat kekhawatiran inflasi, dan yield yang lebih tinggi biasanya menekan aset berisiko seperti bitcoin.

Seberapa jauh bitcoin turun?
Bitcoin sempat turun di bawah $76.500, melemah sekitar 1% dalam sehari dan sekitar 3% dalam sepekan terakhir, menurut CoinDesk.

Apakah data derivatif menunjukkan aksi jual panik?
Tidak. Open interest bertahan di dekat 700.000 BTC dan volume taker sisi short hanya naik moderat ke sekitar 51,5%, mengindikasikan leverage baru yang terbatas, bukan aksi buru-buru keluar pasar.

Apakah trader masih bullish terhadap bitcoin meski harganya turun?
Sebagian iya. Harga pasar prediksi Kalshi masih menunjukkan peluang bitcoin mencapai $82.000 bulan ini, mencerminkan taruhan bahwa penurunan ini bersifat sementara, bukan perubahan tren.