Poin penting
- Analis on-chain Wazz mengaitkan 53 peluncuran token di Robinhood Chain dengan satu operasi rug pull.
- Setidaknya $18,43 juta dikuras dalam sekitar dua bulan, dengan satu tarikan terbesar senilai kurang lebih $3,12 juta.
- Setiap peluncuran memakai 70 hingga 200 wallet terkoordinasi yang menguasai lebih dari 70% suplai token di launchpad Pons V2.
- Dua operasi berantai lain, yang tampaknya tidak terkait dengan kelompok utama, juga ikut disorot.
Belum genap tiga bulan Robinhood Chain beroperasi, dan jaringan ini sudah punya sindikat rug pull berskala besar pertamanya. Analis on-chain Wazz merilis hasil investigasi pada 27 September yang menelusuri 53 peluncuran token ke satu operasi yang sama. Dalam kurun sekitar delapan pekan, kelompok ini menyedot setidaknya $18,43 juta dari market memecoin di jaringan tersebut.
Angka itu batas bawah, bukan hitungan akhir. Wazz menyebutnya hanya mencakup yang bisa dikaitkan secara langsung. Ia juga menandai dua skema ekstraksi berantai lain di chain yang sama, yang tampaknya tidak berhubungan dengan kelompok utama.
Cara kerja operasinya
Polanya sederhana dan diulang terus. Di setiap peluncuran, kelompok ini menyebar 70 sampai 200 alamat wallet untuk memborong lebih dari 70% suplai token baru lewat Pons V2, launchpad token paling dominan di Robinhood Chain. Begitu float terkumpul di tangan orang dalam, operatornya mulai membangun hype, termasuk lewat apa yang Wazz sebut peluncuran palsu: kampanye teaser untuk memancing pembeli sebelum contract address yang asli diumumkan.
Saat permintaan ritel datang, wallet-wallet orang dalam itu langsung menjual. Hasilnya pun tidak didiamkan. Menurut investigasi tersebut, dana dari satu exit dialirkan ke wallet yang menyiapkan peluncuran berikutnya, kadang hanya dalam hitungan detik. Skemanya jadi seperti ban berjalan, di mana setiap rug membiayai rug selanjutnya.
Atribusinya bertumpu pada tiga jenis bukti. Sebanyak 45 dari 53 peluncuran dilacak Wazz lewat aliran dana langsung on-chain, empat lainnya dikaitkan lewat private key yang sama, dan empat sisanya dihubungkan melalui wallet penampung tempat hasil kejahatan dikumpulkan. Ekstraksi tunggal terbesar mencapai sekitar $3,12 juta.
Investigasi ini berawal dari token bernama DEED. Uniknya, token itu bahkan tidak masuk sepuluh besar dalam hal jumlah dana yang dikuras. Dari situ saja terlihat betapa jauh lebih besarnya beberapa tarikan lain.
Baca juga: Whale UNI Borong $9,05 Juta Saat Token Ini Melonjak 145% Berkat Boom Robinhood Chain
Boom launchpad, pengaman tipis
Waktunya sejalan dengan awal yang meledak-ledak dari chain ini. Robinhood Chain, layer 2 berbasis Arbitrum Orbit yang live sejak 1 Juli, dilanda demam memecoin pada awal September. Hampir 25.000 token diluncurkan di Pons pada 2 September saja, dan volume trading harian launchpad itu menembus $544 juta. Pons sempat masuk jajaran penghasil fee teratas yang dilacak DefiLlama, dengan pendapatan sekitar $5,95 juta dalam sehari. Angka itu bahkan melampaui pendapatan chain tempatnya berjalan.
Throughput sebesar itu adalah kamuflase ideal bagi operator profesional. Ketika puluhan ribu token lahir dalam sehari, beberapa lusin peluncuran terkoordinasi yang tersebar selama dua bulan nyaris tak terlihat. Pembeli yang mengejar entry awal pun hampir tidak punya waktu memeriksa distribusi holder sebelum menyetor dana. Pons V2 memang memakai bonding curve sebelum token “lulus” ke pool Uniswap V4 yang terkunci, tapi bonding curve sama sekali tidak mencegah satu pihak memborong sebagian besar kurva lewat banyak wallet.
Aktivitasnya kini sudah mereda dari puncak. Fee mingguan di launchpad Pons turun dari sekitar $35 juta menjadi kira-kira $19,5 juta menjelang akhir September, padahal total value locked di chain ini mencapai sekitar $1 miliar pada 24 September. Di sisi lain, wajah yang lebih serius dari jaringan ini terus tumbuh berdampingan dengan hiruk-pikuk memecoin, mulai dari pasar ala covered call untuk saham tertokenisasi hingga lonjakan trading saham tertokenisasi on-chain yang lebih luas.
Artinya bagi trader
Sebagai teknik, tak ada yang baru di sini. Sniping suplai dengan klaster wallet sudah bertahun-tahun jadi bagian dari budaya launchpad di Solana dan Base, dan investigator seperti ZachXBT berulang kali membongkar aksi serupa di tempat lain. Yang mencolok kali ini adalah kecepatannya. Sebuah chain yang membawa nama salah satu broker ritel paling terkenal di Amerika Serikat sudah didatangi jaringan ekstraksi terorganisir hanya beberapa pekan setelah peluncuran, dan jaringan itu beroperasi sekitar dua bulan sebelum dipetakan secara publik.
Hingga berita ini ditulis, baik Robinhood maupun Pons belum menanggapi temuan tersebut secara terbuka. Belum ada tanda pembekuan dana ataupun keterlibatan aparat penegak hukum.
Bagi siapa pun yang trading token baru di chain ini, pemeriksaan praktisnya justru hal-hal yang dieksploitasi operasi ini: berapa porsi suplai yang ada di wallet teratas, apakah wallet-wallet itu didanai dari sumber yang sama, dan apakah contract address baru muncul setelah kampanye hype berjalan. Temuan Wazz menunjukkan bahwa koin yang sebagian besar float-nya dikuasai puluhan wallet baru dalam hitungan menit setelah peluncuran adalah tanda bahaya, bukan sinyal bullish. Berikutnya, patut dipantau apakah Pons akan menambah proteksi di level peluncuran seperti batas per wallet, dan apakah dua operasi berantai lain yang diidentifikasi Wazz akan dipetakan sedetail ini.
