Sebuah bank kecil dengan satu kantor cabang di Irvine, California, resmi menjadi bank keenam di Amerika Serikat yang tumbang sepanjang 2026. Angka itu sudah tiga kali lipat dari jumlah kegagalan bank per tahun pada dua tahun sebelumnya.

Department of Financial Protection and Innovation (DFPI) California menutup Nano Banc pada Jumat, 25 September, lalu menunjuk Federal Deposit Insurance Corporation (FDIC) sebagai kurator. Sunwest Bank asal Sandy, Utah, yang memiliki aset sekitar $4 miliar, setuju mengambil alih hampir seluruh simpanan nasabah Nano Banc sekaligus membeli asetnya senilai kurang lebih $476 juta. Sisanya, sekitar $260 juta, dipegang FDIC untuk dilepas belakangan.

Nasabah tidak kehilangan dana sepeser pun. Bebannya justru jatuh ke Deposit Insurance Fund, yang menurut estimasi FDIC harus menanggung kerugian sekitar $114 juta. Per 30 Juni, Nano Banc melaporkan total aset $736 juta dan simpanan $686 juta.

Lima tahun peringatan

Keruntuhan ini bukan kejutan. Regulator sudah mengawasi bank tersebut setidaknya sejak 2021.

Pada akhir 2020, lebih dari separuh portofolio kredit Nano Banc yang nilainya $886 juta dijamin properti komersial. Konsentrasi inilah yang disorot Federal Reserve dalam tindakan penegakan pada Februari 2021. Setelah itu, California menerbitkan perintah cease-and-desist pada Desember 2021 terkait penunjukan chief executive, disusul perintah serupa dari The Fed pada Januari 2022 yang mencakup tata kelola, pinjaman ke orang dalam, dan kegagalan kepatuhan. Lalu pada 2024, co-founder sekaligus mantan CEO interim bank itu, Anthony R. Gressak III, didenda dan dilarang berkecimpung di industri perbankan atas tuduhan memperoleh dana bantuan pandemi senilai $15,5 juta secara curang.

Babak akhirnya dimulai tahun ini. Usai Nano Banc membukukan rugi bersih sekitar $75,3 juta, DFPI memerintahkan bank itu pada Maret 2026 untuk menambah dan menjaga modalnya, termasuk ekuitas pemegang saham berwujud minimal 9,5%. Target itu tak pernah tercapai. Menurut regulator negara bagian, ekuitas pemegang sahamnya malah merosot di bawah batas minimum 3% yang diwajibkan undang-undang. Bank pun dinilai beroperasi dengan modal tidak memadai secara tidak aman dan tidak sehat, dan penyitaan tak terelakkan.

Baca juga: Bitcoin Ambruk ke Bawah $84 Ribu, Yield Obligasi Tembus Puncak Sejak 2007

Membaca angka kegagalan bank 2026

Secara historis, enam kegagalan masih tergolong sedikit. Daftar bank bermasalah versi FDIC berisi 47 institusi, atau sekitar 1,1% dari industri, masih dalam kisaran normal. Kasus Nano Banc juga sama sekali tidak mirip dengan rush simpanan yang menjatuhkan Silicon Valley Bank dan Signature Bank pada 2023.

Meski begitu, lajunya jelas makin cepat. Metropolitan Capital Bank & Trust di Chicago membuka daftar tahun ini pada Januari. Berikutnya menyusul Community Bank and Trust of LaGrange di Georgia, Kentland Federal Savings and Loan di Indiana, Small Business Bank di Lenexa, Kansas, serta Tioga-Franklin Savings Bank di Philadelphia yang ditutup 21 Agustus. Tiga dari enam kasus itu terjadi dalam tiga bulan terakhir.

Benang merah beberapa di antaranya sama dengan yang menenggelamkan Nano Banc: bank kecil yang terlalu banyak menyalurkan kredit properti komersial dan memegang aset yang harganya dipatok saat suku bunga jauh lebih rendah. Yield Treasury baru-baru ini menyentuh level tertinggi sejak 2007, dan trader kini menimbang apakah rilis data pekan ini bakal memastikan kenaikan bunga The Fed di Oktober. Artinya, risiko refinancing untuk properti perkantoran dan ritel belum akan hilang dalam waktu dekat. Biaya energi yang tetap tinggi, termasuk krisis solar yang mendorong harga BBM di AS melewati $6, makin memperkuat alasan kebijakan ketat bertahan lebih lama.

Kenapa market kripto ikut memperhatikan

Tekanan di sektor perbankan punya rekam jejak merembet ke sentimen kripto. Rentetan kegagalan bank pada Maret 2023 sempat membuat USDC lepas dari patokan dolarnya, dan dalam beberapa pekan setelahnya ikut memicu reli Bitcoin karena trader memandang BTC sebagai lindung nilai terhadap sistem perbankan yang rapuh. Tentu saja, bank satu cabang dengan aset $736 juta tidak ada apa-apanya dibanding skala itu, dan tidak ada tanda Nano Banc punya eksposur kripto yang berarti.

Yang lebih relevan justru trennya. Penutupan bank kecil yang terus bermunculan, masing-masing terkait properti komersial dan tergerusnya modal, membuat isu perbankan regional tetap hidup di saat The Fed condong hawkish. Kalau jumlahnya terus bertambah hingga akhir tahun, pembuat kebijakan akan makin sulit mengabaikannya. Dan itu langsung memengaruhi ekspektasi suku bunga yang menggerakkan aset berisiko, termasuk kripto.

FAQ

Apakah nasabah Nano Banc kehilangan uang?
Tidak. Sunwest Bank mengambil alih hampir seluruh simpanan, dan tidak ada nasabah yang kehilangan dana akibat penutupan ini. Estimasi kerugian $114 juta ditanggung Deposit Insurance Fund milik FDIC.

Kenapa Nano Banc bangkrut?
Bank ini membukukan rugi bersih sekitar $75,3 juta, gagal memenuhi perintah regulator negara bagian pada Maret 2026 untuk memulihkan modal, dan ekuitas pemegang sahamnya jatuh di bawah batas minimum 3% setelah bertahun-tahun melanggar aturan serta punya eksposur besar ke properti komersial.

Berapa bank AS yang sudah gagal pada 2026?
Enam, dengan Nano Banc sebagai yang terbaru. Sebagai perbandingan, pada 2024 dan 2025 masing-masing hanya ada dua kegagalan bank.