Dua pekan setelah Federal Reserve menaikkan suku bunga untuk pertama kalinya sejak 2023, market kini menghadapi rentetan data yang akan menentukan apakah kenaikan kedua datang di bulan Oktober. Laporan inflasi PCE Agustus rilis Rabu, lalu laporan tenaga kerja September menyusul pada Jumat. Di antara keduanya ada laporan keuangan Micron, yang sekaligus menjadi ujian bagi trade AI.
Sepanjang pekan lalu, trader sibuk menghitung ulang seberapa jauh The Fed bisa melangkah. Pada 16 September, FOMC secara bulat menaikkan target federal funds rate sebesar 25 basis poin ke kisaran 3,75% hingga 4,00%. Alasannya inflasi yang membandel dan ekonomi yang makin kuat, dan pintu untuk kenaikan lanjutan tetap dibiarkan terbuka. Per 25 September, pasar futures memperkirakan peluang 75,8% untuk kenaikan seperempat poin lagi pada rapat 28 Oktober, dengan suku bunga acuan diproyeksi di sekitar 4,2% pada Desember dan kira-kira 4,8% pada September 2027. Empat pejabat bahkan memproyeksikan dua kenaikan lagi tahun ini.
Meski begitu, saham AS masih sanggup mencatat kenaikan mingguan pertama dalam tiga pekan, lagi-lagi dipimpin emiten yang terkait AI. Faktor penentu lainnya adalah perundingan Washington dan Teheran soal Selat Hormuz, isu yang langsung merembet ke harga BBM dan masalah inflasi yang sedang dihadapi The Fed.
Rabu Jadi Titik Penentu
Sesi terberat jatuh di tengah pekan. Pukul 08.15 ET pada 30 September, ADP merilis estimasi payroll swasta untuk September. Lima belas menit kemudian keluar data pendapatan dan belanja pribadi Agustus, indeks harga PCE, serta revisi final GDP kuartal kedua.
Konsensusnya kurang enak bagi siapa pun yang berharap The Fed sudah selesai. PCE headline diperkirakan naik 0,4% secara bulanan, dua kali lipat dari 0,2% di bulan Juli, sehingga laju tahunannya bertahan di 3,7%. Core PCE, ukuran favorit The Fed, diproyeksi naik 0,3% month over month dan mengerek laju tahunan ke 3,4% dari 3,3%. Kalau hasilnya sesuai perkiraan, artinya inflasi inti justru makin menjauh dari target 2%.
Tidak semua pihak yakin tekanan ini akan bertahan lama. Pekan ini Tom Lee dari Fundstrat berpendapat inflasi bisa turun tajam dalam enam bulan ke depan, yang menurutnya akan memberi The Fed ruang untuk melunakkan sikap hawkish-nya. Komponen yang ia soroti adalah perumahan. Laporan hari Rabu memang tidak akan menuntaskan perdebatan itu, tapi angka shelter yang melunak setidaknya memberi kubu Lee pegangan.
Baca juga: Krisis Solar Kerek Harga BBM AS Lewati $6, The Fed Timbang Kenaikan Bunga Lagi
Gubernur The Fed Lisa Cook dijadwalkan berbicara pada Rabu sore waktu AS. Ini jadi kesempatan awal bagi pembuat kebijakan untuk merespons angka-angka tersebut.
Micron: Ekspektasi $50,8 Miliar
Setelah penutupan pasar di hari yang sama, Micron melaporkan hasil kuartal keempat fiskalnya dengan ekspektasi yang setahun lalu terdengar mustahil. Analis memperkirakan laba $31,45 per saham, bandingkan dengan $3,03 setahun sebelumnya, dengan pendapatan sekitar $50,8 miliar dari sebelumnya $11,3 miliar. Gross margin diproyeksi 85,9%, melonjak dari 45,7%, dan Wall Street sudah mengincar $35,07 per saham untuk kuartal berikutnya. Harga opsi menyiratkan pergerakan sekitar 9% ke arah mana pun.
Produsen chip memori ini kini jadi cerminan belanja data center. Di sisi lain, reli AI sudah menjadi penopang utama saham sepanjang ekspektasi suku bunga terus naik. Saham chip memikul beban itu sepanjang bulan, dan contoh paling mencolok adalah AMD yang menembus valuasi $1 triliun. Kalau Micron meleset dari target setinggi ini, akan terlihat seberapa banyak momentum tersebut sebenarnya sudah di-price in.
Data Tenaga Kerja Menutup Pekan
Nada awal pekan ditentukan hari Selasa lewat data lowongan kerja JOLTS Agustus dan indeks kepercayaan konsumen September dari Conference Board. Kamis ada klaim pengangguran mingguan dan indeks manufaktur ISM. Lalu Jumat, 2 Oktober, laporan nonfarm payrolls September keluar pukul 08.30 ET. Ini data ketenagakerjaan terakhir sebelum FOMC Oktober.
Proyeksinya 100.000 lapangan kerja baru, turun dari 162.000. Tingkat pengangguran diperkirakan naik tipis ke 4,2% dari 4,1%, sementara rata-rata upah per jam naik 0,3%. Presiden Fed Dallas Lorie Logan berbicara pada pagi harinya.
Jika digabung, skenarionya cukup jelas. Inflasi yang panas ditambah pasar tenaga kerja yang solid akan membenarkan ekspektasi kenaikan di bulan Oktober dan mendorong yield lebih tinggi. Kombinasi ini baru saja memukul kripto dengan keras, saat bitcoin jatuh ke bawah $84.000 ketika yield menyentuh level tertinggi sejak 2007. Sebaliknya, inflasi yang lebih lunak plus angka payrolls yang lemah akan memberi aset berisiko argumen nyata pertama bahwa siklus pengetatan sudah mendekati akhir.
FAQ
Kapan laporan inflasi PCE Agustus dirilis?
Bureau of Economic Analysis merilisnya pada Rabu, 30 September, pukul 08.30 ET, bersamaan dengan data belanja pribadi dan estimasi final GDP kuartal kedua.
Berapa peluang The Fed kembali menaikkan suku bunga pada Oktober?
Per 25 September, pasar futures memperkirakan peluang sekitar 75,8% untuk kenaikan 25 basis poin pada rapat 28 Oktober, setelah kenaikan 16 September ke kisaran 3,75% hingga 4,00%.
Apa ekspektasi untuk laporan tenaga kerja September?
Ekonom memproyeksikan 100.000 nonfarm payrolls, turun dari 162.000, dengan tingkat pengangguran naik ke 4,2% dan rata-rata upah per jam naik 0,3%.
