Sorotan
- Saham tertokenisasi mencatat volume trading DEX sebesar $20,9 miliar dalam 30 hari terakhir, menurut data Token Terminal.
- Uniswap V4 menyerap 40,7% dari arus tersebut dan Uniswap V3 19,4%, total 60,1% atau sekitar $12,6 miliar.
- Nilai ekuitas tertokenisasi yang beredar mencapai $4,43 miliar per 15 September, naik sekitar 390% sejak Januari.
- Baru 7,54% suplai ekuitas tertokenisasi yang aktif dipakai di DeFi, dan 65,4% dari aktivitas itu ada di liquidity pool.
Dalam 30 hari terakhir, decentralized exchange memproses transaksi saham tertokenisasi senilai $20,9 miliar. Sebagian besar jatuh ke satu protokol. Dua versi terbaru Uniswap bersama-sama menangani sekitar $12,6 miliar dari volume itu, pangsa 60,1% yang membuat semua venue on-chain lain harus berebut sisa dua per lima.
Pembagian di internal Uniswap sama pentingnya dengan angka totalnya. Versi 4, yang diluncurkan dengan arsitektur hooks sehingga pembuat pool bisa menempelkan logika khusus pada swap, memimpin kategori ini sendirian dengan 40,7% volume DEX saham tertokenisasi, menurut Token Terminal. Kontrak V3 yang lebih lama, pelopor concentrated liquidity, memegang 19,4%. Desain baru yang sudah menangani kira-kira dua kali lipat bisnis pendahulunya di ceruk ini memberi gambaran bagaimana issuer dan market maker memilih tempat untuk me-listing token ekuitas.
Volume Kini Jauh Melampaui Basis Asetnya
Angka $20,9 miliar itu baru terasa besar jika dibandingkan dengan ukuran pasar yang diperdagangkan. Binance Research mencatat total ekuitas tertokenisasi sebesar $4,43 miliar per 15 September, melonjak 390,4% dari Januari. Saham tertokenisasi kini mencakup 13,0% dari pasar real-world asset secara keseluruhan, naik dari 4,9% di awal tahun. Sektor RWA sendiri sudah mencapai $34,18 miliar.
Hitungannya berarti seluruh float saham tertokenisasi berpindah tangan di DEX beberapa kali hanya dalam sebulan. Untuk kategori yang hampir sepanjang 2025 dikritik tipis dan tidak likuid, ini perubahan yang tajam. Tren tersebut juga sejalan dengan aktivitas produk beberapa pekan terakhir, termasuk pasar bergaya covered call untuk saham tokenisasi di Robinhood Chain dan portofolio tertokenisasi Ondo yang dibangun di atas strategi BlackRock. Keduanya butuh likuiditas on-chain yang dalam agar bisa berjalan.
Namun sebagian besar suplai saham tertokenisasi masih menganggur. Data Binance Research yang sama menunjukkan tingkat aktivasi 7,54%, artinya hanya porsi sebesar itu dari token ekuitas yang diterbitkan benar-benar bekerja di DeFi. Pada Januari angkanya 1,95%, jadi memang sudah naik hampir empat kali lipat, tapi ruang tumbuhnya masih lebar. Dari modal yang sudah dipakai, 65,4% berada di liquidity pool dan 28,1% di pasar lending. Dengan kata lain, venue trading seperti Uniswap adalah tempat saham tertokenisasi menemukan kegunaan nyata pertamanya, jauh mendahului fungsi agunan dan kredit.
Baca juga: Whale UNI Borong $9,05 Juta Saat Token Ini Melonjak 145% Berkat Boom Robinhood Chain
Mengapa Uniswap Terus Memenangkan Arus Ini
Dominasi Uniswap tidak berhenti di ekuitas. Kontrak V4-nya menguasai sekitar 50% volume DEX Ethereum di antara Uniswap V2, V3, V4, dan Curve per September 2026, naik dari 31% pada Agustus 2025, menurut data pangsa pasar on-chain. Pada periode yang sama, porsi V2 menyusut dari 5% ke bawah 1%.
Khusus untuk token saham, ada dua faktor yang menjelaskan daya tarik V4. Pertama, hooks memungkinkan pool menerapkan aturan yang penting bagi aset teregulasi, misalnya allowlist atau fee dinamis di sekitar jam bursa, tanpa harus keluar dari jaringan routing Uniswap. Kedua, aggregator sudah lebih dulu mengarahkan order flow ke Uniswap, sehingga token ekuitas baru yang listing di sana langsung mendapat distribusi sejak hari pertama.
Pasar token pun menangkap sinyal ini. UNI diperdagangkan di sekitar $9,61, bertahan di zona support $9,33, dengan resistance jangka pendek di $9,93 dan batas atas yang lebih besar di $12,30. Sepanjang kuartal ketiga, token ini bergerak di rentang $2,35 hingga $10,85. Meski begitu, UNI masih jauh di bawah puncak 2021 di $45. Secara historis, volume protokol memang tidak pernah langsung tercermin rapi pada nilai tokennya.
Ujian Berikutnya: Venue Teregulasi di AS
Persaingan memperebutkan arus ini akan segera melebar. Pada 17 September, SEC memperkenalkan innovation exemption yang mengizinkan venue sekuritas tertokenisasi berdagang secara on-chain, sebuah langkah yang langsung memancing reaksi Robinhood, Uniswap, dan Lighter. Operator pertama diperkirakan hadir pada kuartal keempat 2026, dan perusahaan yang ingin memanfaatkan pengecualian ini diharapkan membuka rencana operasionalnya dalam beberapa bulan ke depan.
Bagi Uniswap, dampaknya bisa ke dua arah. Venue berlisensi membawa kenyamanan kepatuhan yang disyaratkan sebagian institusi, dan bisa menarik sebagian volume ke order book permissioned. Di sisi lain, pijakan hukum yang lebih jelas biasanya mendorong penerbitan. Makin banyak token ekuitas yang beredar kemungkinan berarti makin banyak pool di DEX yang saat ini sudah merutekan mayoritas transaksi. Sejumlah proyek DeFi bahkan sudah membangun di atas asumsi itu, seperti Ethena yang menjamin USDe dengan saham tertokenisasi.
Skenario dasar Binance Research memperkirakan saham tertokenisasi tumbuh menjadi $349 miliar pada 2030, dengan skenario konservatif $61 miliar dan skenario bullish mendekati $987 miliar. Rentangnya sangat lebar. Sinyal jangka pendek yang perlu dipantau lebih sederhana: apakah pangsa 60% Uniswap bertahan setelah venue tokenisasi pertama yang disetujui SEC beroperasi, atau volume saat ini ternyata hanya keunggulan early mover yang bisa digerus pesaing teregulasi.
