Seorang investor crypto merugi sekitar $100.000 setelah menyalin alamat wallet langsung dari histori transaksinya dan mengirim dana tanpa mengecek ulang karakter demi karakter. Menurut on-chain tracker Lookonchain, korban terjebak address poisoning, modus penipuan yang makin marak justru karena tidak perlu menipu siapa pun untuk mengklik tautan berbahaya atau menandatangani transaksi mencurigakan — cukup memanfaatkan kebiasaan copy-paste yang sudah jadi rutinitas sehari-hari.

Mekanismenya sebenarnya sederhana tapi cukup efektif. Pelaku memantau wallet-wallet aktif, mempelajari histori transaksinya, lalu membuat alamat mirip yang punya karakter awal dan akhir sama persis dengan alamat yang pernah benar-benar dipakai target. Alamat tiruan itu kemudian dikirimi transaksi kecil, biasanya nyaris tak bernilai, supaya muncul di aktivitas terbaru korban. Ketika korban nanti hendak mengirim dana dan mengambil alamat dari histori alih-alih mengetik atau memverifikasi string lengkapnya, ada risiko nyata dia justru menyalin alamat tanaman milik pelaku, bukan alamat yang sah.

Korban Rugi $100 Ribu Kena Address Poisoning Gara-Gara Copy dari Histori
Image via @lookonchain on X

Modus yang Berkembang Cepat

Riset dari Chainalysis memperlihatkan betapa cepatnya taktik ini menyebar: percobaan poisoning melonjak dari sekitar 628.000 kali pada November 2025 menjadi 3,4 juta pada Januari 2026, naik lebih dari lima kali lipat hanya dalam dua bulan. Studi terpisah dari Carnegie Mellon yang dikutip dalam riset yang sama bahkan mencatat lebih dari 270 juta percobaan poisoning on-chain yang menyasar 17 juta wallet, dengan kerugian terkonfirmasi sudah menembus $83 juta.

Baca juga: Binance Tambahkan GameStop ke Lini Saham Tokenisasi bStocks

Cara Menghindari Jadi Korban Berikutnya

Para peneliti keamanan menyebut beberapa kebiasaan yang bisa menangkal sebagian besar percobaan poisoning: memverifikasi seluruh alamat penerima, bukan cuma beberapa karakter awal dan akhirnya; menganggap transaksi kecil yang masuk tanpa diminta sebagai tanda bahaya, bukan uang gratis; menyimpan address book yang sudah diverifikasi manual daripada mengandalkan histori transaksi mentah; dan mengirim transfer kecil sebagai tes sebelum memindahkan dana besar ke alamat baru atau yang jarang dipakai.

Tak satu pun langkah ini sulit secara teknis, tapi pertumbuhan modus ini menunjukkan kebiasaan pengguna belum mengejar ancamannya. Selama wallet masih menampilkan histori transaksi dengan cara yang membuat menyalin alamat dari transaksi lama jadi jalan paling gampang, address poisoning kemungkinan besar akan terus memakan korban yang mengira alamat yang tampak familiar di histori mereka berarti aman.