Poin Penting
- Trung Nguyen Van, 37 tahun, warga negara Vietnam, menghadapi dua dakwaan federal pencucian uang
- Wallet kripto miliknya menerima sekitar $53,3 juta antara Februari 2018 dan Desember 2024
- Satu korban di Missouri saja kehilangan sekitar $16 juta lewat aplikasi trading palsu bernama “Triangle”
- Kasus ini muncul di tengah tahun rekor penindakan AS terhadap jaringan penipuan berbasis Asia Tenggara
Jaksa federal Amerika Serikat mendakwa seorang warga negara Vietnam atas pencucian puluhan juta dolar hasil penipuan kripto berkedok asmara. Kantor Kejaksaan AS untuk Distrik Barat Missouri mengumumkan pada 25 September 2026 bahwa Trung Nguyen Van, 37 tahun, telah menjalani sidang perdana di Los Angeles atas dua dakwaan pencucian uang. Menurut jaksa, perkaranya membentang dari Februari 2018 hingga Desember 2024.
Dalam dakwaan disebutkan, wallet kripto milik Van menampung aset digital senilai kira-kira $53.275.939 yang terlacak berasal dari skema wire fraud dengan korban di berbagai wilayah AS. Polanya sudah akrab bagi penyidik, yakni “pig butchering”. Pelaku membangun hubungan asmara palsu lewat aplikasi kencan, pesan singkat, atau media sosial, lalu pelan-pelan menggiring percakapan ke tawaran investasi di platform trading palsu yang dibuat tampak meyakinkan.
Kali ini, platform yang dipakai bernama “Triangle”. Korban yang menyetor kripto disuguhi dashboard rekaan berisi keuntungan di atas kertas yang terus melonjak. Menurut jaksa, iming-iming itulah yang mendorong mereka menyetor dana makin besar, sampai akhirnya operator memutus akses ke dana tersebut. Seorang korban asal Missouri terjerat platform ini antara Juni dan Agustus 2024 dan pada akhirnya kehilangan sekitar $16 juta. Catatan pengadilan menyebut serangkaian transfer pada 7 Agustus 2024, ketika lebih dari $569.000 masuk langsung ke wallet Van. Dua hari kemudian, menyusul enam transfer lain yang terkait korban dengan total nilai serupa. Jaksa menuding dana itu kemudian dipecah menjadi transaksi-transaksi lebih kecil, hampir $568.000 dalam empat transfer terpisah, lalu dialirkan ke wallet pribadi, tampaknya untuk menghindari deteksi.
Bagi Jaksa AS R. Matthew Price, kasus ini hanyalah bagian dari pola penipuan yang jauh lebih besar dan menyasar warga Amerika dari luar negeri:
“Skema pig butchering adalah bentuk penipuan yang makin marak dan canggih, dan telah menimbulkan kerugian miliaran dolar.”
Baca juga: FinCEN Kaitkan $12,7 Miliar dengan Penipuan Kripto dari Kompleks Asia Tenggara
Dari pihak FBI, Special Agent in Charge Chris Ormerod menyebut biro tetap berkomitmen untuk “melindungi publik Amerika dan meminta pertanggungjawaban para penipu.” Nadanya sejalan dengan eskalasi penindakan AS yang lebih luas tahun ini. Scam Center Strike Force, satuan khusus yang dibentuk November 2025 untuk membongkar infrastruktur kompleks penipuan di Myanmar, Kamboja, dan Laos, sudah memulihkan aset digital senilai $580 juta yang terkait jaringan pig butchering. Satuan ini juga ikut menyita $61 juta dalam bentuk Tether yang secara spesifik terhubung dengan skema tersebut, sejalan dengan klaim Tether bahwa pihaknya sudah membantu membekukan lebih dari $5 miliar aset ilegal. Angka-angka itu melengkapi penyitaan bitcoin senilai $15 miliar oleh DOJ dari sebuah operasi berbasis di Kamboja, aksi penyitaan tunggal terbesar dalam sejarah departemen tersebut, serta 276 penangkapan sepanjang penindakan 2026. Chainalysis memperkirakan penipuan berbasis kripto menimbulkan kerugian global lebih dari $17 miliar pada 2025 saja. Tak heran penipuan investasi berkedok asmara kini jadi prioritas tetap jaksa federal, bukan lagi kasus sesekali.
Nilai kasus Van memang lebih kecil dibanding sejumlah penyitaan yang jadi headline. Namun, pola penindakannya sama dengan yang menghasilkan aksi-aksi terbesar tahun ini, termasuk pengawasan Departemen Kehakiman terhadap exchange terkait sanksi, seperti tampak dalam penyelidikan DOJ terhadap Binance atas dugaan pelanggaran sanksi Iran. Tahun ini pula dampak jaringan penipuan meluas jauh melampaui kerugian finansial, mulai dari gelombang penculikan terkait kripto di Prancis hingga investor ritel yang terus digiring ke skema palsu lewat jalur sesederhana tutorial bot trading AI palsu di YouTube.
Perkara Van kini bergerak ke tahap praperadilan di pengadilan federal Missouri. Jaksa belum menyebut apakah terdakwa lain yang terkait platform “Triangle” akan ikut didakwa. Meski begitu, pola kerja strike force sepanjang tahun ini menunjukkan penelusuran wallet di balik kasus ini kemungkinan besar tidak berhenti pada satu penangkapan.
