Lombard mengubah cara token liquid staked Bitcoin miliknya, LBTC, menghasilkan yield. Alih-alih terus mengandalkan protokol staking Bitcoin milik Babylon, Lombard kini beralih ke strategi covered-call options yang dikelola oleh manajer aset Bitwise. Pendekatan baru ini menargetkan yield tahunan bersih (net APY) sebesar 2,5% dalam denominasi Bitcoin, dan akan berlaku untuk hingga 60% dari aset yang mendukung LBTC — dengan Bitcoin yang mendasarinya disimpan dalam custody, bukan lagi didelegasikan ke validator jaringan.

Dalam model sebelumnya, Bitcoin milik pemegang LBTC didelegasikan ke finality provider Lombard di jaringan Babylon, yang mengamankan sejumlah jaringan proof-of-stake yang dikenal sebagai Bitcoin Secured Networks — dan membayar keamanan tersebut dengan token native masing-masing jaringan. Reward tersebut kemudian dikonversi ke Bitcoin dan diteruskan ke pemegang LBTC. Sebagai gantinya, skema baru yang dikelola Bitwise menghasilkan pendapatan dengan cara menjual opsi — memberi pihak lain di pasar hak untuk membeli atau menjual Bitcoin pada harga tertentu — sebuah strategi yang lebih lazim ditemui di pasar derivatif tradisional ketimbang staking berbasis Bitcoin.

financial newspaper with stock chart
Photo by Markus Spiske on Unsplash

Bukan Sekadar Sumber Yield Baru, Tapi Profil Risiko yang Berbeda

Baca juga: Dompet Baru Buka Long BTC 40x Senilai $6,22 Juta di Hyperliquid

Perubahan ini membawa dampak signifikan terhadap apa yang mendasari imbal hasil LBTC. Yield berbasis Babylon sebelumnya sangat bergantung pada permintaan keamanan berbasis Bitcoin dari jaringan-jaringan lain, dan turut membawa eksposur terhadap nilai token yang dibayarkan jaringan-jaringan kecil tersebut. Sementara itu, strategi covered-call justru menukar sebagian potensi keuntungan bila harga Bitcoin melonjak tajam — karena opsi call yang dijual membatasi keuntungan di atas harga strike — demi mendapatkan pendapatan premi yang lebih stabil, terlepas dari ke arah mana token native jaringan-jaringan kecil itu bergerak.

Bagi pemegang LBTC, dampak praktisnya adalah token ini kini berperilaku lebih mirip produk pendapatan berbasis opsi ala keuangan tradisional, dikelola oleh manajer aset yang teregistrasi, ketimbang reward staking yang disalurkan lewat infrastruktur validator. Apakah target net APY 2,5% ini akan terbukti lebih stabil dibanding yield berbasis Babylon, kemungkinan besar akan sangat bergantung pada volatilitas harga Bitcoin dan bagaimana Bitwise mengeksekusi strategi opsi tersebut seiring waktu.