Senator Republik Cynthia Lummis dari Wyoming kembali melontarkan kritiknya terhadap Demokrat di Senat pada hari Kamis, menuduh mereka menunda-nunda RUU Clarity Act yang sudah lama dinanti meski negosiasi telah berlangsung hampir setahun. Berbicara dalam podcast Crypto in America, Lummis mengatakan RUU tersebut sebenarnya bisa disahkan berbulan-bulan lalu jika bukan karena perubahan berulang di menit-menit akhir dari pihak seberang.

Lummis mengatakan pembahasan RUU ini dimulai sekitar Labor Day tahun lalu, artinya Demokrat telah memiliki waktu sekitar 11 bulan untuk menegosiasikan isinya. Selama periode itu, katanya, RUU tersebut membengkak dari sekitar 300 halaman menjadi hampir 700 halaman seiring kedua belah pihak menambahkan berbagai ketentuan tambahan.

Lummis Blasts Democrats for Stalling Crypto Clarity Act
Image via Bitcoin Magazine

Frustrasi atas sikap yang terus berubah

Lummis terus terang mengungkapkan kekesalannya atas tarik-ulur seputar struktur RUU ini, menggambarkan pola Demokrat yang berulang kali membalikkan posisi mereka sendiri soal versi teks kamar legislatif mana yang akan dipakai.

“Basa-basi ini, mondar-mandir ini dengan, saya mau ubah ini, tidak, saya mau ubah lagi, saya suka versi DPR, tidak, mari pakai versi Senat, lalu membawa perubahan menit-menit akhir ke RUU ini yang seharusnya bisa diajukan berminggu-minggu — bahkan berbulan-bulan — yang lalu, ini konyol, dan saya sudah lelah dipermainkan.”

Ia menambahkan bahwa ketika negosiasi dimulai, “Clarity Act itu sekitar 300 halaman — sekarang sudah mendekati 700 halaman,” menunjuk pada pertambahan halaman RUU tersebut sebagai bukti betapa banyak tarik-ulur yang terjadi tanpa menghasilkan pemungutan suara final.

Pemungutan suara tetap ditargetkan sebelum reses

Meski kesal, Lummis mengatakan ia masih berharap Pemimpin Mayoritas Senat John Thune akan membawa RUU ini ke pemungutan suara sebelum Kongres memasuki masa reses Agustus. “Sen. Thune telah menyediakan tempat untuk CLARITY Act di agenda sebelum reses Agustus…dan saya percaya ia memang berniat untuk melanjutkannya…Kami akan terus maju,” katanya.

Clarity Act sebelumnya telah disahkan DPR pada 2025 dengan dukungan bipartisan, dan versi Senat yang diperbarui untuk mengatasi kekhawatiran etika diperkenalkan pekan lalu. Apakah teks revisi tersebut bisa lolos di kamar legislatif itu sebelum para anggota Kongres berangkat meninggalkan Washington masih menjadi ujian utama dari optimisme Lummis.