Strategy, perusahaan yang dipimpin Michael Saylor dan membangun identitasnya di atas prinsip tidak pernah menjual satu pun Bitcoin, kini secara resmi membuka pintu untuk melakukan hal itu. Pada 29 Juni 2026, perusahaan ini mengumumkan Digital Credit Capital Framework, yang mengizinkan penjualan hingga $1,25 miliar kepemilikan Bitcoin-nya—sekitar 20.000 BTC, atau sekitar 2,5% dari total stoknya pada harga saat ini.
Langkah ini menandai perubahan jelas dari kebijakan akumulasi murni yang menjadikan Strategy sebagai pemegang Bitcoin korporat terbesar di dunia. Hingga akhir Juni 2026, perusahaan ini memegang 847.363 BTC, yang diperoleh dengan total biaya $64,1 miliar dan harga beli rata-rata $75.651 per koin—posisi yang setara dengan sekitar 4,04% dari total pasokan maksimum Bitcoin sebesar 21 juta.
Dari Akumulasi Murni ke Manajemen Aktif
Strategy membingkai perubahan ini sebagai langkah yang diperlukan untuk menjaga kewajiban finansialnya yang lebih luas tetap terdanai, tanpa hanya bergantung pada penerbitan ekuitas atau utang baru untuk menghimpun dana tunai. Kerangka kerja ini secara langsung mengizinkan penggunaan hasil penjualan Bitcoin untuk memperkuat cadangan dolar AS perusahaan, mendanai dividen saham preferen, serta mendukung program buyback saham yang telah disetujui—kewajiban yang terus bertambah seiring Strategy menumpuk berbagai kelas saham preferen di neracanya.
Kewajiban tersebut cukup besar: perusahaan telah menyisihkan cadangan $2,55 miliar dalam USD untuk dividen saham preferen dan pembayaran utang, terhadap kewajiban tetap tahunan sebesar $1,76 miliar. Dengan menghitung cadangan tersebut, total likuiditas yang tersedia bagi Strategy mencapai $3,80 miliar, memberikan cakupan sekitar 25,9 bulan—jauh di atas ambang minimum 12 bulan yang disyaratkan dewan direksinya.
Kenaikan Dividen Menambah Tekanan
Menambah tekanan pada neraca, Strategy menaikkan tingkat dividen tahunan pada Variable Rate Series A Perpetual Stretch Preferred Stock (STRC) miliknya menjadi 12,0%, berlaku efektif 1 Juli 2026. Kerangka kerja baru ini juga mengizinkan hingga $1 miliar untuk pembelian kembali saham preferen STRC dan $1 miliar lagi untuk buyback saham biasa, memberi perusahaan sejumlah tuas baru untuk mengelola struktur modalnya, bukan sekadar terus membeli lebih banyak Bitcoin.
Mengapa Perubahan Ini Penting
Bagi perusahaan yang seluruh tesis investasinya dibangun di atas premis bahwa Bitcoin tidak boleh pernah dijual, mengizinkan penjualan secara resmi—bahkan hanya sebagian kecil dari kepemilikannya—merupakan sinyal yang signifikan. Strategy menyebut perubahan ini bukan sebagai kemunduran dari keyakinannya terhadap Bitcoin, melainkan sebagai pengakuan bahwa "menjaga stabilitas kredit digital membutuhkan fleksibilitas finansial yang terstruktur di samping eksposur utama pada mata uang kripto." Apakah perusahaan benar-benar akan mengeksekusi penjualan dalam jumlah signifikan di bawah kerangka kerja baru ini, atau hanya menyimpannya sebagai jaring pengaman likuiditas yang jarang digunakan, akan menjadi sinyal penting bagi seberapa serius pasar harus menanggapi perubahan strategi ini.