Yield Treasury AS bertenor 30 tahun menyentuh 5,234% pada awal 30 Juli, level tertingginya sejak Juli 2007, sebelum sedikit melandai ke 5,185% pada 31 Juli. Pergerakan ini menambah tekanan baru pada aset berisiko, dengan bitcoin menjadi salah satu pasar yang paling terdampak langsung oleh kenaikan biaya pinjaman jangka panjang.
Bitcoin telah kehilangan lebih dari $675 miliar nilai pasar sejak puncaknya di Januari, penurunan yang terjadi bersamaan dengan kenaikan yield Treasury tenor panjang secara konsisten selama periode yang sama. Total kapitalisasi pasar kripto berada di angka $2,244 triliun, turun $2,16 miliar dalam 24 jam terakhir, dengan dominasi bitcoin bertahan di 56,24% dari 18.090 mata uang kripto aktif yang dipantau.
The Fed Tahan Suku Bunga, Soroti Inflasi yang Masih Membandel
Tekanan ini muncul meski Federal Reserve mempertahankan suku bunga acuannya tetap stabil di kisaran 3,5% hingga 3,75%. Federal Open Market Committee menggambarkan kondisi ekonomi secara luas sebagai kuat, menyebut peningkatan produktivitas dan investasi modal, sembari menandai bahwa tekanan harga masih berada di atas target.
Inflasi masih berada pada level yang tinggi dibandingkan target 2 persen Komite, sebagian mencerminkan guncangan pasokan yang mendorong kenaikan harga di sektor-sektor tertentu, termasuk energi.
Kombinasi ini — ekonomi yang tangguh berdampingan dengan inflasi yang membandel — menjaga yield jangka panjang tetap tinggi meski the Fed menahan suku bunga jangka pendeknya, sehingga memperketat kondisi finansial bagi aset seperti bitcoin yang cenderung bergerak berlawanan arah dengan yield riil.
Baca juga: Bulan Terburuk Bitcoin? Sejarah Isyaratkan Agustus yang Berat
Arus Masuk Dana Melambat Drastis
Minat investor turut mendingin seiring lonjakan yield ini. Total arus masuk bersih gabungan di enam kelas aset kripto utama hanya mencapai $24,7 juta, arus masuk bersih terendah sejak 8 Juli. Bitcoin, Ethereum, Hyperliquid, dan Solana termasuk di antara aset yang dipantau dalam angka tersebut. Coinbase Premium Index, indikator tekanan beli dari AS relatif terhadap wilayah lain, masih berada di zona negatif, dengan lonjakan permintaan positif terakhir dari investor AS tercatat sejak 18 Mei.
Semua Mata Tertuju ke November
Secara historis, bitcoin cenderung menarik arus masuk baru di sekitar periode pemilu AS, dan dengan pemilu sela yang dijadwalkan pada November, sejumlah analis melihat pola musiman tersebut sebagai potensi katalis perubahan sentimen. Hingga saat itu tiba, prospek saat ini masih cenderung bearish, dengan kombinasi kenaikan yield jangka panjang, prospek inflasi yang cenderung hawkish, serta permintaan beli yang tipis membuat bitcoin belum memiliki katalis jangka pendek yang jelas untuk membalikkan pelemahannya dari level tertinggi di Januari.